LSP Dekopin Langsung Berpraktek Uji Kompetensi Setelah Mendapat Lisensi dari BNSP

Pipnews.co.id, 28 Januari 2018

Kabar baik datang dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), bahwa Lembaga Setifikasi Profesi (LSP) yang didirikan beberapa waktu lalu, kini sudah punya “Lisensi”, atau izin untuk melaksanakan fungsinya sebagai lembaga pelaksana uji kompentensi/profesi bagi orang-orang yang ingin mendapatkan izasah berupa Sertifikasi Profesi.

Lisensi yang diterima LSP Dekopin itu diwujudkan dalam sebuah Surat Keputusan Ketua Badan (BNSP), yang merupkan pihak yang berkompeten memberikan perizinan untuk boleh beroperasi. Surat itu bernomor : KEP 1188/BNSP/XI/2017, tertanggal 7 November 2017 dan ditandatangani Ketua BNSP Ir Sumarna F Abdurahman MSc.

Menyusul turunnya Lisensi ini, maka LSP Dekopin langsung berprakteki melaksanakan uji kompetensi/profesi yang pertama. Sebab memang sesuai aturan main yang ditetapkan BNSP, paling lampat tiga bulan setelah SK Lisensi diterima, maka LSP yang bersangkutan wajib berpraktek melansanakan Uji Kompetensi.

“Seperti Itu memang aturannya, paling lambat tiga bulan setelah SK diturunkan, LSP Dekopin harus melaksanakan praktek uji kompetensi/profesi,” tutur Bonardo Aldo Tobing dari Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP, yang ikut hadir dalam acara Uji Kompetensi yang dilaksanakan LSP Dekopin di Gedung Serba Guna Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdikbud, Jakarta Selatan pada 27 Januari 2017.

Saat berbincang dengan Pipnews.co.id, di sela acara uji kompetensi/profesi, Bonardo Tobing mengatakan Uji Konpetensi adalah semacam cara atau  alat untuk mendapatkan pengakuan terhadap keahlian dimasing  masing bidang. Sebagai contoh, banyak yang ahli listrik, tapi tidak punya bukti pengakuan. “Nah, di sinilah letak mamfaatnya Sertifikasi Profesi yang diterbitkan BNSP”, imbuhnya lagi.

Terkait denganh kehadirannya di uji komptensi yang digelar LSP Dekopin, itu bukan sekadar hadir begitu saja. Sebab sesuai ketentuan yang ditetapkan BNSP, setiap LSP melakukan uji kompetensi, di sana wajib hadir pejabat dari BNSP.

“Jadi saya hadir di sini semacam saksi sekaligus pengawas yang mengamati , tapi tidak ikut campur dalam urusan uji kompetensinya,” kata Bonardo Tobing. Dia menambahkan, saat ini jumlah LSP yang tercatat di BNSP sekitar 1.140 LSP, dan sebanyak 500 diantaranya datang dari LSP Sekolah Kujuruan se Indonesia.

Bonardo Tobing mengatakan, dengan dizinkannya LSP Dekopin boleh berpraktek uji kompetensi, maka diharapan kinerjanya berjalan baik, serta dapat didukung dengan  para Asesor dan SDM yang handal.

Saat ini ruang lingkup Lisensi uji kompetensi yang boleh dilaksanakan LSP Dekopin baru  terdiri dari 3 (tiga) skema sertifikasi. Yaitu  1) Skema Sertifikasi Kasir Ritel Koperasi; 2) Skema Sertifikasi Manager Toko Ritel Koperasi dan 3) Skema Sertifikasi Kepala bagian Akuntasi.

Menurut Bonardo Tobong, BNSP akan melakukan penilikan, surveilan (surveillance) serta pemantauan (monitoring) terhadap pelaksanaan sertifikasi komptensi/profesi dan kinerja LSP Dekopin paling sedikit satu kali dalam satu tahun.

“BNSP juga dapat mencabut lisensi apabila LSP Dekopin tidak melaksanakan sertifikasi kompetensi/profesi sesuai Pedoman BNSP. Lisensi yang diberikan untuk jangka waktu tig tahun dpat diperpanjang sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Kepala LSP Dekopin Ujang Gunawan mengatakan, Uji Kompetensi/Profesi yang pertama kali di lakukan LSP Dekopin diikuti 30 orang peserta yang umum karyawan yang bekerja di unit ritel pertokoan milik sejumlah koperasi di Jakarta. Antara lain Koperasi Astra Honda International, Kopkar Bukopin, Kopetri, Kopeg Kementerian Sosial, Koperasi PPM dan Koperasi Primer Tut Wuri Handayani.

“Sedangkan para Asesor yang dilibatkan sebanyak enam orang, yaitu Ilham Nasai dan Ismail Sani dari Dekopin pusat serta Supartono, Saiful Arifin, Suharyono dan Soegandi dari Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) DKI Jakarta,” ujar Ujang Gunawan.

Dia menambahkan uji kompetansi/profesi ini, sekaligus juga melakukan praktek langsung di Mini Market milik Koperasi Tut Wuri Handayani. Di sini selain berptaktek melayani pelanggan membeli barang, juga bertntaransaksi dengan menggunakan mesin scanner untuk menghitung total barang yang terjual. (Yan)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.