Luhut Panjaitan Minta Pemda Kawal Upaya Pemulihan UMKM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pipnews.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyerukan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota yang daerahnya terdapat destinasi wisata prioritas, agar terus memonitor dan mengawal program pemulihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Program pemulihan UMKM dan Pariwisata, ini banyak yang bisa dimanfaatkan, ayo kita bekerjasama. Pemda harus harus mencari peluang, para pemimpin di daerah tolong terus sosialisasikan kepada masyarakat, apabila ada kesulitan dalam pelaksanaannya nati akan kita bantu. Semua harus proaktif, kerjakan secara hilistik agar.membantu perekonomian daerah dan juga bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Luhut dalam arahannya diforum virtual Webinar bertopik “Penyediaan dan Akses Permodalan Bagi UMKM Sektor Periwisata dan Ekonomi Kreatif”.

Luhut kala itu, didampingi pejabat lainnya, diantaranya Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Kemaritiman Marves Oddo Manuhutu, Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo, Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi, Perwakilan BUMN-PT Pertamina dan sejumlah pelaku UMKM.

Kepada Gubernur Sumut Edi Rahmayadi, meminta agar segala peluang yang ada harus dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. “Pak Gubernur tolong buat produk produk asli daerah yang bagus , perkuat daya saing, berikan kemudahan berusaha bagi masyarakat. Ini akan kita dukung, dan perlahan tapi pasti akan terus kita kerjakan. Ayo peluang ini harus dimanfaatkan,” kata Luhut, Jumat (12/6)

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia, berdasarkan data Kemenkop dan UKM, menyerap lebih dari 95 persen total tenaga kerja atau lebih dari 115 juta, berkontribusi pada 14,4 persen nilai ekspor non-migas dan penyumbang 61 persen PDB Nasional. Ada enam strategi pemerintah dalam pengembangan UMKM, antara lain ; perluasan akses pasar, peningkatan daya saing, pengembangan kewirausahaan, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan kesempatan berusaha dan koordinasi lintas sektor.

Adapun, program bantuan pemerintah yang dapat dimanfaatkan antara lain, program intensif perpajakan, dimana salah satu poinnya, yakni pembebasan PPH impor untuk 19 sektor tertentu, wajib pajak kemudahan impor tujuan ekspor dan wajib pajak industri kecil menengah. Ada pula subsidi bunga untuk 60,66  juta rekening kredit UMKM senilai Rp 1.601,75 triliun dengan rincian subsidi bunga Rp 35,28 triliun dan penundaan pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 285,9 triliun. Selain juga dukungan fiskal untuk stimulasi ekonomi senilai Rp 720 triliun.

Deputi Bidang Pariwisata dan Ekpnomi Kreatif Kemenko Marves Oddo Manuhutu menambahkan, segenap pimpinan di daerah agar turut mengkampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Hal ini menurutnya, untuk menjaga sektor UMKM terus berjalan sambil turut menumbuhkan rasa bangga terhadap produk buatan anak bangsa.

“Bisa dilihat di situs Bangga Buatan Indonesia.co.id, segala sesuatunya bisa dilihat di situ. Data terakhir sudah.lebih 300 ribu UMKM yang bergabung, diharapkan dengan dukungan aktif semua.pihak, ini akan terus bertambah dan dapat memenuhi target 2 juta UMKM yang bergabung,” ujarnya.

Kemudian, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kememparekraf Fadjar Hutomo menjelaskan mengenai, Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) bagi enam sub sektor ekonomi kreatif, antara lain untuk membantu UMKM disektor pariwisata, kuliner, fahsion dan aplikasi serta film, animasi dan.video.

“BIP adalah jenis bantuan dalam bentuk uang/dana untuk penambahan modal kerja atau berinvestasi, bentuknya aktiva tetap dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha dari pelaku UMKM. BIP bisa diajukan perorangan, atau kelompok kecil selama ia badan usaha itu bisa diajukan. Rencana penyaluran sebesar Rp 24 miliar, tentunya ini belum terlalu besar, tapi akan kami utamakan yang menjadi prioritas,” jelasnya.

Sementara Gubernur Sumut Edi Rahmayadi mengapresiasi segala bentuk dukungan dari pemerintah pusat, menurutnya dukungan pemerintah bagi daerah memang sangat diperlukan pada situasi sekarang ini.

“Kami benar benar sangat terdampak Covid-19, khususnya masyarakat yang mengtungkan nafkahnya dari UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Oleh karenanya kami sangat menantikan pemulihan perekonomiam dan kehadiran wisatawan apalagi disaat seperti saat ini. Aptesiasi saya kepada semua pihak, terutama Menko Marves yang telah mengkoordinasikam segala institusi terkat,” kata Edi Rahmayadi. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.