M Riza Adha Damanik, Staf Khusus Menkop UKM Teten Masduki, Diangkat Jadi Komisaris PT Perikanan Nusantara (Persero)

Pipnews.co.id, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir pada 14 Agustus lalu telah merombak susunan Komisaris maupun Direksi PT Perikanan Nusantara (Persero). Selain Direktur Utama yang diganti dan kini dipegang oleh Farida Mokodompit. juga ada seorang Komisaris baru yang diangkat, yaitu Muhammad Riza Adha Damanik ST, MSi, PHD, yang juga adalah Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Lantas, siapa Riza Damanik, begitu akrab namanya dipanggil, bisa duduk jadi Komisaris di PT Perikanan Nusantara. Ternyata beliau ini adalah memang orang kelautan yang namanya tak asing lagi di dunia nelayan tradisional maupun masyarakat perikanan. Riza Damanik lulusan (S2) UGM Yogyakarta dan (S3/PHD) di Universiti Sains Malaysia hingga sekarang adalah juga pimpinan tertinggi dari organisasi nelayan tradisional Indobesia dengan jabatan sebagai Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

Melalui KNTI, Riza Damanik putra kelahiran Tanjungbalai, Sumatera Utara adalah sosok yang ulet tak kenal lelah berjuang membangkitkan sektor kelautan Indonesia dengan melakukan advokasi  masyarakat nelayan untuk bangkit dari level lokal, nasional dan dunia. “Bagi saya, lautan adalah masa depan bangsa.yang harus dikelola dengan baik negara, nelayan dan seluruh masyarakat Indonesia secara bersama sama,” kata Riza Damanik melalui keterangan tertulis kepada Pipnews (23/8).

Terkait pengangkatanya jadi Komisaris di perusahaan BUMN, Riza mengaku itu suatu kepercayaan yang tinggi terhadap dirinya, dan sekaligus kepada masyarakat nelayan tradisional Indonesia. Terima kasih kepada Menteri BUMN Erick Thohir yang mengangkat dirinya ikut mengawasi dan kmengurusi pengelolaan bisnis PT Perikanan Nusantara.

Sekadar diketahui, PT Perikanan Nusantara adalah gabungan dari empat perusahaan perikaban milik pemeribntah yang pada 8 Mei 2006 digabung menjadi satu, bernama PT Perikanan Nusantara (Persero). Adapun perusahaan pendahulu adalah PT Usaha Mina (Persero), PT Tirta Raya Mina (Persero), PT Perikanan Samodra Besar (Persero) dan PT Perikani (Persero). Kini PT Perikanan Nusantara mengelola enam unit galangan kapal tersebsr di Nusantara, pengelolaan ikan dan pabrik es balok.

Lebih jauh tentang kelautan Riza bercerita. tidak ada yang menyangkal bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 gugusan pulau yang berada padsl.batas dua samudera. Belassn ribu pulau ini dihubungkan laut yang mrmbentang luas dan.diakui dunia internasional berkat adanya Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957.

Sebelum deklarasi itu diakui dunia internasional, perairan laut Indonesia hanya diakui sejauh tiga mil dari garis pantai, berdasarkan ordonanai   tentang laut teritorial dan lingkungan maritim. Tentu saja ini masalah yang sangat serius. Sebab jika batas negara tiga mil dari garis pantai, maka negara Indonesia  akan terpecah belah adanya laut bebas diantara pulau pulau yang dimiliki karena di luar tiga mil adalah laut internasional.

Karena ancaman itu, dengan segala keberanian dan resiko yang dihadapi, Perdana Menteri Ir Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 mengumumkan “Deklarasi Nusantara”  kepada dunia internasipnal yang menyatakan laut Indonesia tidak hanya sebatas tiga mil, tapi laut di sekitar dan di antara kepulauan nusantara. Dengan deklarasi itu ribuan pulau yang dihubungkan oleh laut membentang luas bukan lagi pemisah pulau pulau Nusantara tapi perekat kedaulatan negara. Dengan deklarasi itu pula. luas laut.l kepulauan Indobesia 3,1 juta km2, Luas Laut ZEE 2,7 juta km2, Panjang Panrai 81.000 km.

Deklaeasi ini lanjut Riza, tidak serta merta diterima masyarakat internasional. Perjuangan menegakkan kedaulatan negara terus dilakukan melalui diplomasi yang tidak ada hentinya. Berkat perjuangan para penerus Djuanda, seperti Prof Moechtar Kusumaatmaja dan Prof Hasyim Djalal pada akhirnya deklrasi yang berisi konsepsi Negara Nusabtara dapat diterima masyarakat internasional dalam sebuah konvensi hukum laut Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) melalui United Nation Low Of The Sea (UNCLOS). “Dengan pengakuan itu wilayah laut Indonesia pun bertambah luas dan potensi serta sumber daya alamnya makin brrtambah,” kata Riza Damanik.

Riza mengaku, perjuangan tak lelah dari Ir Djuanda inilah yang memberikan inspirasi bagi dirinya untuk melakukan optimalisasi sumber daya kelautan melalui penguatan organisasi organisasi nelayan Indonesia di antaranya KNTI yang dipimpinnya. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.