Nasional

Masa Pandemi Covid-19 UMKM Bertambah 2 Juta Terhubung Ekosistem Digital, Program Tersebut pada 2021 Menjadi Prioritas

Pipnews.co.id, Jakarta – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan, bahwa di masa pandemi ini, setidaknya ada tambahan 2 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital. Dengan total hingga saat ini sudah mencapai 10,25 juta UMKM telah terhubung ekosistem digital atau sekitar 16% dari total populasi UMKM.

Demikian disampaikan Teten saat menjadi pembicara kunci dalam acara pembukaan webinar Outlook 2021 Kementerian Koperasi dan UKM, bertempat di Auditorium KemenkopUKM, di Jakarta, Selasa (29/12).

Teten menambahkan, upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi koperasi dan UMKM saat ini menjadi salah satu agenda prioritas dari lembaganya. Langkah tersebut menurutnya akan diwujudkan diantaranya melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), perbaikan proses bisnis, dan perluasan akses pasar.

Lanjut Teten, berbagai program yang dijalankan guna mendorong upaya-upaya tersebut diakuinya telah mendapat respon baik dari masyarakat. Terutama saat masa pandemi Covid-19 ini. “Sekarang ada sekitar 102.672 masyarakat yang telah mengakses dan mengikuti kelas daring melalui EdukaUMKM.id. Program pelatihan ini juga diikuti oleh 10.013 pelaku usaha kecil dan menengah melalui program Sparc Campus,” jelasnya.

Dari seluruh kondisi tersebut menurut Teten merupakan peluang baru di masa pandemi Covid-19, yang mana porsi ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Masih dikatakan Teten, pada 2025, Google, Temasek, dan Bain & Co. memprediksi nilai transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 1.826 triliun. Sementara pada 2019, Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 265 triliun.

Kemudian pada 2021, Teten juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa program strategis. Diantaranya membangun koperasi modern, yaitu denga cara memperbanyak koperasi yang hadir dalam ekosistem digital dan memanfaatkan berkembangnya teknologi digital seagai solusi dalam proses bisnisnya.

Adapun program lainnya yakni dengan meningkatkan rasio partisipasi UMKM Indonesia dalam rantai pasok. Apalagi kata Teten, saat ini rasio partisipasi rantai pasok global UMKM Indonesia masih sangat rendah, karena baru sekitar 4,1 persen.

Kemudian yang menjadi bidikan programnya adalah korporatisasi pelaku usaha mikro, seperti nelayan, petambak, produsen, dan yang lain dalam kelembagaan koperasi. “Selanjutnya adalah meningkatkan jumlah wirausaha di tanah air ini melalui intervensi startup dan wirausaha baru,” tandasnya. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button