Media Maintsream Tidak akan Pudar oleh Berkecamuknya Media Sosial

20170209-Presiden Jokowi Hadiri Puncak HPN 2017 di Ambon-Maluku

PIPNews, Padang-Posisi pers makin penting pada era kemajuan teknologi digital. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap meminta pers terus berperan menyampaikan fakta dan kebenaran ke masyarakat di tengah melimpahnya informasi saat ini.  Media massa juga diperlukan untuk menyebarkan kebenaran dan fakta di tengah persaingan saluran informasi dan penyebaran cepat informasi melalui media sosial (medsos).

Media massa juga diperlukan untuk membangun kehidupan peradaban dan kebudayaan baru dalam masyarakat. “Saya percaya di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya misinformasi, justru pers makin diperlukan,” ujar Presiden pada acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Pantai Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2).

Presiden menambahkan meskipun banyak kalangan yang sering menyampaikan bahwa media massa mainstream akan terus digeser oleh media-media sosial dan media-media baru. Tetapi presiden percaya peran pers semakin diperlukan. Terutama saat era lompatan-lompatan kemajuan teknologi informasi sekarang ini. Di era melimpahnya informasi dan melimpahnya miss informasi.

“Pers makin diperlukan untuk menjadi pilar penegak penyampaian kebenaran. Pers makin diperlukan sebagai pilar penegak fakta-fakta. Pers makin diperlukan sebagai pilar penegak aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat,” sambungnya.

Selain itu tegas Jokowi peran pers makin diperlukan untuk turut membangun narasi kebudayaan baru. Juga membangun narasi peradaban baru dan memotret masyarakat yang bergerak kian cepat dan efisien. Dimana kini kata presiden telah melahirkan era revolusi industri 4.0 (four point zero) berbasis pada digitalisasi.

Kekuatan komputasi dan analitik data menghasilkan banyak inovasi yang harus segera diketahui. Ini harus segera dipahami oleh pers jika kita tidak ingin ditinggalkan. “Sekali lagi, pers diperlukan untuk turut membangun narasi kebudayaan baru, membangun narasi peradaban baru,” katanya.

Di era industri 4.0 yang memanfaatkan teknologi digital dan kekuatan komputasi serta analisis data, pers bisa menyebarkan hasil inovasi baru ke masyarakat. “Era yang menghasilkan banyak inovasi yang harus segera kita ketahui, yang harus segera kita pahami, jika kita tidak ingin ditinggalkan,” jelasnya.

Dalam rangkaian HPN 2018, Presiden menyerahkan sertifikat tanah kepada ahli waris dari pelopor pers Indonesia Djamaluddin Adinegoro untuk pembangunan Museum Adinegoro pada Kamis kemarin. Dalam penyerahan itu, Jokowi berpesan kepada wartawan agar menyelami latar belakang informasi lebih mendalam serta menyajikan berita yang membangun dan memotivasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PWI Pusat Margiono mengatakan, HPN 2018 di Sumatera Barat paling banyak dihadiri oleh menteri kabinet. “Ada 23 menteri yang datang dan melaksanakan berbagai kegiatan HPN di Sumbar,” katanya.

Dia berharap sesuai dengan tema HPN 2018 yaitu “Meminang Keindahan di Padang Kesejahteraan”, kedatangan menteri akan memberikan dampak positif bagi daerah. “Menjadi tuan rumah HPN selalu memberikan keuntungan bagi daerah. Itu pula yang diharapkan terjadi di Sumbar,” ujarnya. Dsl/AWes.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.