Memperin Agus Gumiwang Optimis UU Cipta Kerja, akan Mampu Ciptakan Lapangan  Kerja dan Wujudkan Reindustrialisasi

Pipnews.co.id, Jakarta – Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dinilai akan  mampu mendorong reindustrialisasi di Indonesia. Melalui penerapan omnibus law tersebut, kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional ditargetkan mencapai 25% dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, dalam hal memacu industrialisasi di Tanah Air, pihaknya juga fokus untuk pendalaman struktur dan penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0. “Hingga kini, kontribusi manufaktur ke PDB  masih terbesar dibanding sektor ekonomi lainnya,” kata Agus Gumiwang dalam siaran pers di Jakarta Senin (19/10).

Menurut Agus, bukti nyata peran penting sektor industri sebagai motor penggerak utamabagi perekonomian nasional, yakni tercermin dari sumbangsihnya yang tertinggi  pada struktur PDB nasional pada triwulan II tahun 2020 dengan mencapai 19,87 persen. “Karena itu, kami akan terus melakukan berbagai upaya strategis agar industri manufaktur tetap berproduksi dan tetap berdaya saing di tengah pandemi Covid-19,” ujar Menperin Agus.

Guna menjaga kinerja sektor industri di dalam negeri, pemerintah berkomitmen untuk memberikan stimulus atau intensif yang dibutuhkan saat ini. Misalnya kata Agus, memberikan fleksibilitas kepada dunia usaha untuk beroperasi, dengan diterbitkannya izin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (IOMKI) pada masa sekarang di tengah pandemi.

Melalui aktivitas industri, pemerintah optimis pemulihan ekonomi nasional dapat diakselerasi secara simultan dengan penanganan pandemi Covid-19. Apalagi selama ini kegiatan industri memberikan efek secara luas bagi sektor perekonomian. ” Artiny kami mendorong aktivitas sektor industri juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Agus mebyampaikan, UU Citaker sudah dinanti oleh pelakuusaha industri dan investor, baik yang berasal domestik maupun asing. “Saat kami melakukan.kunjungan kerja di beberapa negara, para pelaku industri dan investor menyambut baik adanya pembahasan Omnibus Law. Artinya apabila omnubus law ini teresisasi akan membuk lapangan kerj yang cukup banyak,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM, daftar investasi di sektor manufaktur sepanjang tahun 2019-2020 mencapai 1.048 triliun, yang terbagi dalam beberapa subsektor. “Kami yakin dengan adanya omnibus law, posisi wait and see tidak ada lagi dan akan mempercepat realisasi dari komitmen investasi yang sudah disampaikan je BKPM,” imbuh Agus.

Selain mendorong industri manufaktur, tujuan utama UU Ciptsker adalah membuka lapangan kerja sesuai dengan namanya. “Industri manufaktur dan tenaga kerja adalah ibarat saudara kermbar. Sebab tumbuhnya industri.manufaktur pasti akan membawa nilai positif dalam penyerapan tenaga kerja. “Jadi ini sisi positif UU Citaker di mata kami,” aku Agus.

Di samping itu diciptakannya UU Ciptaker sebagai salah satu wujud nyata dari tekad pemerintah untuk mewujudkan iklim usaha yang lebih kondusif. Melalui pengesaham UU Ciptaker tersebut, diharapkan.masyarakat mendapatkan berbagai macam  kemudahan dalam menjalankan usahanya, terutama bagi mereka yang berada di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bahkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan pekerja juga menjadi fokys dalam Omnibys Law tersebut.

“Pekerja mendapatkan jaminan.kedejahteraan yang sesuai dengan keahlian mereka serta bisa memperoleh program Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang mendukung mereka untuk kembali kedunia kerja,” ujarnya. Seraya menambahkan, UU Ciptaker diharapkan dapat, menjadi pendongkŕak pertumbuhan ekonomi secara maksimal, karena setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi dapat membuka peluang sekitar 300.000 – 350.000 lapangan kerja baru. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.