Menata KUKM Meraih Peluang di Era Digital

Pipnews.co.id, Jakarta – Pelaku usaha koperasi dan UKM (KUKM) harus mau dan mampu menghadapi ketatnya persaingan di era digital. Kalau tidak, maka KUKM akan tertinggal dan tergilas dan ditelan kemajuan zaman. Sepain itu, era digitalisasi merupakan tantangan besar yang tidak ringan bagi pelaku KUKM di Indonesia, terutama yang ada di wilayah pedesaaan.

Untuk itu, KUKM harus melek teknologi, melakukan perubahan sikap dalam berbisnis, dan harus membangkitkan partisipasi semua pihak agar mulai memahami dan menjalankan sistem digitalisasi. Karena, hal ini juga merupakan bagian dari program Reformasi Total Koperasi, yaitu pengembangan koperasi.

Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Makro, Hasan Jauhari, saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menata Kinerja Koperasi dan UKM Dalam Meraih Peluang Usaha di Era Digital” di Jakarta, Selasa (8/5).
Hasan menambahkan, bagi mereka yang ada di pedesaan, ini merupakan budaya baru dan menjadi tantangan besar bagi kita semua, agar seluruh KUKM di Indonesia mau dan mulai untuk melek teknologi dengan menerapkan sistem digital.

Hasan tak memungkiri saat masih banyak koperasi yang belum mengarah ke sistem digitalisasi. Contoh kongkrit, masih banyak koperasi yang melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara konvensional. “RAT dengan cara itu sangat rumit dan butuh biaya sangat besar. Sayangnya, koperasi yang sudah melakukan RAT secara online masih bisa dihitung dengan jari,” tandasnya.

Lanjut Hasan, padahal bila koperasi melakukan RAT secara online, akan banyak keuntungan yang didapat. Diantaranya, tingkat partisipasi anggota lebih besar, kecepatan dalam mengambil keputusan, hingga biaya yang sangat murah. Kalau dia UMKM imbuh Hasan, dan melakukan usaha secara digital maka akan bisa meningkatkan serta memperbesar skala usaha yang pada ujungnya akan menciptakan efisiensi. “Tata kelola KUKM juga menjadi lebih mudah dan murah,” jelasnya lagi.

Itu sebabnya dalam FGD ini Hasan berharap dapat teridentifikasi berbagai penyebab krusial kegagalan bisnis KUKM yang berdampak pada penurunan kinerja usahanya di era digital. Sisi lainnya tersusunnya pokok-pokok pikiran dalam sistem, strategi manajemen bisnis yang dapat dilakukan KUKM untuk meningkatkan kinerja usahanya. Tahapan selanjutnya terformulasinya upaya-upaya kongkrit dalam menata ulang kinerja usaha KUKM, sehingga ditemukan solusi terbaik dalam membangun daya saing yang berdampak dalam meningkatkan peran Koperasi dan UKM dalam perekonomian nasional.

Adapun Wakil Rektor IKOPIN Yuanita Indrianti menegaskan, era digital merupakan awal dari perubahan yang sebenarnya. Oleh sebab itu, perlu segera ditetapkan arah transformasi koperasi yang kompetible dengan era revolusi industri 4.0. Diakuinya koperasi pada umumnya hingga kini masih mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan era digital. Padahal era digital baru awal dari perubahan sebenarnya. Demikian sumber daya manusia di koperasi pun saat ini cenderung kurang kekinian.

Untuk itu Yuanita meminta perlu melakukan pendidikan penanaman jiwa koperasi pada generasi Y dan Z sebagai upaya regenerasi koperasi. Selain itu ada peningkatan skala usaha koperasi dan UMKM yang dijadikan prioritas dan dilakukan melalui pembentukan jejaring kerjasama usaha antar koperasi. Mengoptimalkan peran dan fungsi koperasi sekunder dan induk koperasi termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi yang mutakhir.

Yuanita menambahkan, sebagai strategi koperasi di era digital, koperasi harus dapat mengukur kebutuhan dan kapasitas usahanya. “Di era revolusi industri 4.0 perlu dibuat model percontohan tata kelola usaha koperasi pada bidang usaha prioritas,” pungkas Yuanita. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.