Menko Airlangga: Dorong Kebangkitan UMKM Lokal untuk Mengakselerasi Pemilihan Ekonomi

Pipnews.co.id, Denpasar – Melanjutkan serangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Bali. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomi) Airlangga Hartarto pagi ini (25/8) bertolak ke desa budaya di Desa Budaya Kertalangu/Desiman di Jalan By Pass Ngurah Ray kota Denpasar untuk memberikan dukungan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal di tempat itu. Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasiobal PEN) ini percaya, bahwa langkahnya mendorong kebangkitan UMKM lokal merupakan langkah yang tepat dalam mempercepat pemulihan ekonomi.

“Dalam rangka pemulihan ekonomi, Indonesia membutuhkan dunia usaha, termasuk UMKM lokal untuk segera bangkit, seperti yang ada di Desa Kertalangu, Bali,” kata Airlangga dalam siaran pers di Denpasar Selasa (25/8).

UMKM lanjut Airlangga memiliki peran besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sesuai data, segmen skala usaha UMKM mempekerjakan 116,9 juta orang sehingga pada tahun 2018 mampu.menyerap 97% tenaga kerja nasional. Dari sisi jumlah pelaku usaha pada tahun yang sama UMKM berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB.

“Beberapa capaian tersebut, bahwa UMKM berperan besar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, menurut Menko Airlangga dibutuhkan dukungan dunia usaha termasuk.UMKM agar Indonesia tidak mengalami perlambatan yang dalam serta mampu tumbuh pada triwulan III dan IV tahun 2020,” ujarnya.

Demi mempercepat pemulihan ekonomi diperlukan dorongan dari seluruh.pihak, termasuk.pemerintah daerah, lembaga.penyalur KUR (kredit usaha rakyat), penjamin KUR hingga partisipasi UMKM lokal. UMKM lokal diharapkan dapat bangkit sehingga dapat.membantu perekonomian nasional. “Implementasi tersebut, kami wujudkan dalam bentuk pelaksanaan Penyaluran KUR Bangkitkan UMKM Lokal untuk Pemulihan Ekonomi Nasional ” imbuh Airlangga lagi.

Total KUR yang disalurkan lembaga penyalur KUR pads hari itu tercatat sebesar Rp 18,13 miliar, yang diberikan kepada 136 debitur. Penyaluran KUR tersebut secara live juga dilakukan dibeberapa lokasi kantor lembaga.penyalur KUR, antara lain Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BTN, Bank Bukopin, Bank Sinar Mas, BRI Syariah dan KSP Guna Prima Dana. Selain itu lembaga penyalur KUR seperti PT, Askrindo. dan Jamkrindo turut.berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Selain penyaluran KUR untuk UMKM lokal, dalam kunjungan kerja kali ini. juga dilakukan penyaluran Corporate Social Rensponsibility (CSR) kepada pelaku UMKM senilai Rp 4,52 miliar. Dalam acara yang sama Kementerian Perindustrian juga turut menyerahkan bantuan kepada UMKM untuk.mempercepat pemulihan aktivitas UMKM. Di antaranya diberikan kepada Celuk Design CenterJewerly di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Perhiasan Perak Celuk Gianyar, bantuan berupa satu unit mesin CNC bubut.

Sementara itu, dukungan penguatan usaha UMKM juga diberikan oleh Kementerian Pertanian berupa benih komoditas perkebunan, pupuk organik, dam fasilitas sarana pasca.panen. Beragam fasilitas pertanian ini diberikan kepada 8 kabupaten di Bali. diantaranya Buleleng, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, Tabanan. Karangasem dan Jembrana.

Hingga 31 Juli 2020. penyaluran KUR di Bali terealisasi sebesar Rp 2,99 triliun dan diberikan kepada 60.390 pelaku debitur
Sedang total out standing Rp 7,29 triliun diberikan kepada 559.866 debitur dengan Non Performing Loan (NPL) terjaga pada level yang rendah (0 52%). Adapun penyaluran KUR secara keseluruhan/nasional rentang waktu yang sama mencapai Rp 89,2 triliun diberikan. kepada 2,67 juta debitur, sehingga total out standing menjadi Rp 187,67 miliar dengan NPL tetap terjaga 1,07%. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.