Menko Airlangga Jelaskan Langkah Strategis Pemerintah Tangani Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

Pipnews.co.id, Jakarta – Pemerintah saat ini tengah gencar mengupayakan pemulihan ekonomi dalam berbagai aspek, tidak terkecuali aspek ekonomi di lingkungan pondok pesantren. Perhatian terhadap kebangkitan ekonomi pondok pesantren sebagai salah satu pemulihan ekonomi tercermin di antaranya dengan digelarnya kegiatan Webinar Edukasi Keuangan Kelompok Usaha Pesantren.

“Diperlukan sinergi program berbagai stakeholder, baik pemerintah, swasta nasional dan pondok pesantren dalam.mengimplementasikan pengembangan ekosistem keuangan Syariah di pondok.pesantren secara terintegrasi,” kata Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir dalam sambutannya secara daring pada acara Webinar Rabu (26/8).

Iskandar yang juga Sekretaris  Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DKNI) menilai pentingnya.produk pesantren mengingat tingginya jumlah pesantren di Indonesia, yaitu 28.194 pesantren. Dari jumlah itu sebanyak 44% atau.sekitar 12.400 pesantren terbukti mempunyai potensi ekonomi di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Peran pesantren menjadi sangat relevan dan strategis.dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kita harapkan pondok pesantren dapat berdampak pada lingkungan sekitarnya dan lebih luas lagi,” kata Iskandar.

Selain itu terdapat.pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. antara lain edukasi/literasi keuangan, sosialisasi kredit program tabungan santri, kartu santri, nabung emas clean & gold, Kredit Usah Rakyat (KUR), Syariah Bank Wakaf Mikro (SBLM), pembiayaan fintech, lakupandai, penguatan kelembagaan ekonomi pondok pesantren seperti Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). Santri kios digital kopontren dan monitoring berbasis digital (Koperasi Pondok Pesantren/Kopontren). “Pesantren dengan digitalisasinya, menjadi salah satu solusi interaksi ekonomi tanpa perlu melakukan pertemuan fisik,” imbuh Iskandar.

Iskandar pun berterima kasih kepada berbagai pemangku.kepentingan yang telah mendukung Pemerintah dalam mengimplementasikan pebgembangan.ekonomi dan keuangan syariah pada 3.300 pesantren. Misalnya apa yang dilakukan Sekretariat Nasional (Seknas) BUMP Indonesia yang mendukung BUMP  Santri, Pihaknya telah membentuk BUMP dengan Santri sebagai pengelola (BUMP Santri) seperti BUMP Pengayom Tani Sejagat Wonogiri dengan pengelola dengan pengelola dari Pondok Pesantren Gontor, BUMP Berkah Kapolaga Pangandaran dengan pengelola dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya dan BUMP Cahaya Abadi Petani dengan pengelola dari Santri Pondok Pesantren Unsulludin Martapura Kalimantan Selatan.

Webinar yang diselenggarakan di Solo Raya, Jawa Tengah ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI M Nabil Haroen, Perwakilan Astra Indonesia Diah Suren Febriyanti dan Pimpinan Pondok Pesantren Qurani Alzayadi Solo, KH Ahmad Alamul Huda. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.