Menko Perekonomian Airlangga: Pemerintah Dorong Peningkatan Sektor Pangan dan Pertanian Dukung PEN

Pipnews.co.id , Jakarta – Pemerintah mendorong peningkatan sektor pangan dan pertanian untuk mendukung memperceoat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), karena menjadi sektor yang tetap tumbuh positif meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Pada triwulan II sektor ini tumbuh 2,19 persen, sementara pada triwulan III tumbuh 2,15 persen (yoy),” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam Jakarta Food Security Summit secara daring di Jakarta Rabu (18/11).

Menurut dia, dalam mensukseskan pelaksanaan program PEN, pemerintah menggelontorkan stimulus yang bertjuan untuk membantu dunia usaha, baik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun korporasi.

Stimulus itu lanjut dia, juga termasuk untuk menjaga kinerja di sektor pertanian dan perikanan, yakni program padat karya pertanian, padat karya perikanan, banpres produktif UMKM pertanian, subsidi bunga mikro/kredit usaha rakyat (KUR) dan dukungan pembiayaan koperasi dengan skema dana bergulir.

“Selain itu, terdapat tujuh program di sektor pertanian dan perikanan yang terus dijalankan pemerintah untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani/nelayan. Tujuh program itu antara lain, pembangunan food estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara berbasis korporasi dalam kerangka penguatan sistem pangan nasional,” kata Airlangga.

Kemudian, pengembangan klaster bisnis padi menggunakan pendekatan pengelolaan lahan yang awalnya tersegmentasi menjadi satu area dan pengembangan kawasan holtikultura berorientasi ekspor dengan model kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan petani.

Selanjutnya, ada kemitraan inklusif closed loop pada komoditas holtikultura sebagai bentuk implementasi sinergi antara akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas (ABGC). Selain itu, pengembangan 1.000 desa sapi program untuk peningkatan populasi dan produktivitas sapi, pengembangan indudtri rumput laut nasional, serta pengembangan korporasi petani dan nelayan dengan arah menuju sistem agribisnis hulu-hilir.

“Pemerintah juga mengupayakan pemulihan ekonomi melalui simplifikasi ekspor dan sinkronisasi ekspor impor dengan mengembangkan national logistics ecosystem (NLE),” ujarnya. Seraya menambahkan, bahwa pemerintah telah menerbitkan Undang Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang di dalamnya juga mengatur penyederhanaan sektor pertanian dan perikanan. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.