Menkop dan UKM: Indonesia Dibangun dengan Silahturahmi dan Gotong-royong

pipnews.co.id, Denpasar – Sebanyak 16 pengurus koperasi besar diundang Menkop dan UKM, AAGN Puspayoga, bersilahturahmi di rumah kediamannya di Denpasar, Bali. Menurut menteri silahturahmi sangat penting dan merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

Menteri menambahkan, pada 1945 penduduk Indonesia lebih dari 90% merupakan muslim. Jika pada saat itu tokoh-tokoh bangsa mau mendirikan negara Islam, sangat mungkin terjadi. Namun lewat silaturahmi, para tokoh bangsa yang mayoritas Islam mengajak Hindu, Kristen, Buddha membentuk NKRI berdasarkan Pancasila.

Masih kata Menkop dan UKM , atas dasar Pancasila itulah semua suku dan agama di Indonesia dapat hidup berdampingan dengan nyaman. NKRI ini dibentuk lewat silaturahmi oleh para pendiri bangsa. Kalau tidak ada silaturahmi maka tidak ada NKRI. “Saya beragama Hindu menjadi menteri tidak ada yang protes, banyak orang Kristen jadi menteri juga tidak ada yang protes, begitu juga agama lain ,” tandas Puspayoga, Senin (4/2).  

Menurutnya Provinsi Bali yang mayoritas Hindu bisa mencontoh rumah besar Indonesia dan tetap mempertahankan kenyamanan semua orang yang hadir di Bali. Demikian koperasi kata dia merupakan gerakan ekonomi besar dan harus mempertahankan Pancasila dan NKRI.

Koperasi hadir untuk menetralisasi monopoli. Itu sebabnya, Menteri menegaskan, Presiden Jokowi empat tahun lalu meminta dilakukan Reformasi Total Koperasi. Reformasi Total Koperasi menjadi prioritas agar koperasi tidak hanya sekadar ada tapi berkualitas dan mampu berkontribusi makin besar bagi perekonomian nasional. “Masih banyak yang akan dilakukan dan kami meminta masukan apa yang perlu diperbaiki ke depan,” katanya lagi.

Para pengurus koperasi dalam silaturahmi tersebut pun sepakat, bahwa perlu kebersamaan untuk membangun koperasi di Indonesia. Koperasi juga siap berkolaborasi untuk membangun usaha bersama dalam berbagai bidang.  

Menanggapi hal tersebut, Ketua Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI), Kamarudin Batubara menyatakan, budaya Indonesia diantaranya berbentuk kerja sama dan gotong-royong yang tidak lain adalah berwujud koperasi.  Nilai budaya ini dikatakannya harus dibangun kembali dan terus dibangun menjadi sebuah gerakan bersama. “Koperasi harus menjadi kebanggaan nasional,” tegas Kamarudin. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.