Menkop Dukung Inkopkar Bangun Rumah Karyawan

Pipnews.co.id, Jakarta – Program satu juta rumah yang diusung pemerintah hingga 2019 kini pembangunannya sedang dikebut dimana-mana. Bergabai elemen pun mendukung suksesnya pembangunan papan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu elemen yang ambil bagian tersebut adalah Induk Koperasi karyawan (Inkopkar).

Niat baik ini tentu saja mendapat dukungan lembaga pemerintah yang menangani pembinaan terhadap perkoperasian, yakni Kementerian Koperasi dan UKM. Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gde Ngurah (AAGN) Puspayoga langsung angkat bicara bahwa dirinya mendukung penuh program-program yang dicanangkan kepengurusan baru Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar).

Salah satunya adalah program membangun perumahan bagi karyawan anggota koperasi karyawan (Kopkar) di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 20 juta orang. “Ini program luar biasa karena seperti kita tahu kebutuhan akan rumah bagi karyawan tetap tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya,” tandas Puspayoga saat menerima kunjungan Ketua Umum Inkopkar terpilih periode 2018-2022 Fadel Muhammad beserta seluruh jajaran pengurusnya, di Gedung Smesco Indonesia, Selasa (17/4).

Kedatangan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ke gedung Badan Layanan Umum (BLU) milik Kementerian Koperasi dan UKM ini, selain disambut menteri juga pejabat eselon satu lainnya, seperti Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran I Wayan Dipta, dan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik.

Puspayoga meminta agar business plan program perumahan bagi karyawan anggota koperasi terus diperkuat. “Harus segera diwujudkan, karena lahan sudah ada di Parung Bogor seluas 13,5 hektar dan samping bandara Juanda Surabaya, Jaw Timur, seluas 24 hektar. Karena lahan yang paling siap adalah Jatim, ya jadikan Jatim sebagai pilot project,” pinta Menkop Puspayoga.

Selain itu Puspayoga juga menyambut baik program perumahan yang sudah memiliki pola atau model pembiayaan dari BPJS Ketenagakerjaan ini. Menkop menambahkan agar programnya berjalan efektif, maka harus segera mengadakan pertemuan dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan. Terlebih lagi, Puskopkar Jatim memang sudah bergerak di sektor usaha perumahan. Kata Menkop lagi persoalan keberadaan lahan juga sudah tak ada masalah. Ijin usaha dan sertifikat lahan sudah diselesaikan. “Jadi, tunggu apa lagi,” tegasnya.

Adapun Ketua Umum Inkopkar Fadel Muhammad mengungkapkan, tadinya ada tiga masalah utama dalam program pengadaan perumahan bagi karyawan anggota Kopkar seluruh Indonesia. Yakni terkait sertifikasi lahan, perijinan bagi koperasi dan masalah pendanaan. “Tapi dengan adanya pertemuan kami dengan Menteri Koperasi dan UKM ini, saya meyakini semua masalah itu bisa terselesaikan dengan baik, sehingga program perumahan Inkopkar bisa segera diwujudkan,” tukas Fadel.

Selain bisnis perumahan, lanjut Fadel yang juga anggota DPR RI, Inkopkar juga memiliki program strategis lainnya. Yaitu, penyaluran bahan baku pokok bagi para anggota Kopkar. Sektor bisnis ini menurut Fadel memiliki prospek yang baik bagi kinerja Puskopkar di seluruh Indonesia.

Keliling Smesco

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Puspayoga pun mengajak Fadel dan seluruh jajaran Inkopkar berkeliling Paviliun Provinsi yang ada di Gedung Smesco Indonesia. “Smesco saat ini sudah memiliki konsep baru, bukan lagi sebagai mal biasa melainkan sudah menjadi pusat produk unggulan dari seluruh provinsi di Indonesia,” jelas Puspayoga.

Masih jelas Puspayoga, dengan konsep baru itu harga-harga produk unggulan di Paviliun Provinsi tidak lagi mahal seperti yang selama ini dikeluhkan banyak kalangan. Sebaliknya kata Menkop harga yang ada itu merupakan harga perajin. Pihak pegelola hanya menambah 10% saja untuk pajak. “Bayangkan saja, di sini kita bisa lihat ada harga batik tulis hanya ratusan ribu saja, yang kalau dijual di tempat lain bisa jutaan rupiah. Disini kita menjual ritel. Kalau ingin membeli dalam jumlah banyak, bisa langsung berhubungan dengan si perajin produk tersebut,” ungkapnya semangat.

Puspayoga juga menjelaskan di Gedung Smesco Indonesia ini memiliki beberapa fungsi. Untuk lantai satu ada yang namanya Makerspace, yang fungsinya sebagai pelatihan-pelatihan untuk UKM seluruh Indonesia. Bisa juga untuk sarana edukasi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Di lantai dua, ada sudut yang dinamakan working space, sebuah tempat untuk segala transaksi bisnis dengan para UKM. “Di lantai tiga khusus untuk kegiatan sosial bagi UKM seluruh Indonesia secara gratis,” pungkas Menkop dan UKM. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.