Menteri Puspayoga: Lulusan Unas Jangan Berharap Jadi PNS tapi Jadilah Pengusaha

Pipnews.co.id, Jakarta – Dunia saat ini tidak bisa lepas dari Revolusi Industri 4.0. Sebab, faktor kecepatan dan penguasaan teknologi informasi yang berbasis komputer mampu mengantarkan siapa pun menjadi pemenang, baik di bidang ekonomi, sosial-budaya, maupun politik. Begitu pula di Universitas Nasional (Unas), sebagai institusi Pioner Perubahan juga harus mengikuti perkembangan dan perubahan yang sangat cepat saat ini.

Demikian diungkapkan Rektor Universitas Nasional, El Army Bermawi Putera, dalam acara wisuda Universitas Nasional Periode II Tahun Akademik 2017/2018 di Jakarta Convention Centre, Minggu (11/11).

El Army menambahkan, Unas siap menghadapi era revolusi Industri 4.0 tersebut. Kesiapan ini diakukan dalam hal penerapan metode pembelajaran e-learning, hingga manajemen penyelenggaraan akademik. “Unas yang telah menggunakan teknologi informasi, internet, analisis big data dan komputerisasi, sehingga manajemen akademik menjadi makin efektif dan efisien serta mampu menunjang pencapaian kinerja tinggi,” paparnya.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga yang hadir pada kesempatan tersebut, menyambut baik dan mengajak lulusan Unas menjadi pengusaha. Menurutnya pemerintah kini telah memberi kemudahan terhadap akses permodalan, sehingga kesempatan menjadi pengusaha sangat terbuka bagi semua orang.

“Sekarang cita-cita menjadi PNS tidak keren tetapi lebih keren menjadi pengusaha. Bukan tidak boleh, tapi kesempatannya sangat kecil. Maka saya ajak jadilah wirausahawan,” ujarnya saat menyampaikan orasi ilmiah.

Menteri menambahkan, pemerintah bukan hanya melonggarkan akses permodalan, tapi juga memberi berbagai pelatihan. Termasuk kepada swasta untuk meningkatkan kemampuan masuk ke dunia usaha.  Karenanya pajak bagi UMKM dan koperasi pun diturunkan agar kemudahan berusaha semakin besar.

Terkait lahirnya gerakan revolusi industri 4.0, imbuh Puspayoga, turut mempermudah setiap orang menjadi pengusaha. Mengingat perkembangan teknologi yang demikian pesat merupakan kesempatan untuk menciptakan dan memperbesar bisnis dalam skala sangat luas.

“Sekarang menjadi pengusaha hotel tidak harus memiliki hotel, teknologi memungkinkan hal tersebut terjadi. Karena itu mari jadi pengusaha. Jangan sampai menambah pengangguran,” katanya lagi.

Menteri juga menjelaskan, bahwa Kemenkop dan UKM kini mengemban misi menaikkan rasio kewirausahaan, agar di Indonesia dapat mengejar standar minimal dunia, yaitu 2 persen. Berkat kerja sama dengan sinergi antara pemerintah pusat, gubernur, walikota, bupati  selama empat tahun terakhir, rasio kewirausahaan di Indonesia pada periode 2014 baru 1,65%, telah meningkat menjadi 3,1% pada 2016. Demikian hingga akhir 2018 ini ia yakin angka tersebut akan naik lagi.

“Kita harus mengejar ketertinggalan rasio kewirausahaan dengan negara tetangga, seperti Singapura yang telah mencatat rasio kewirausahaan 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 4 persen. Nah pada 2018 ini kita juga harus bisa bersaing dengan negara tetangga,” tandas Puspayoga.

Pada akhir orasinya, Menteri juga mengajak Unas bekerjasama dengan Kemenkop UKM, sehingga dapat melakukan pembinaan kepada mahasiswa untuk meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.