Menyimak Upaya MES Masyarakatkan Keuangan Syariah

PIPNews.co.id, Jakarta – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) melantik jajaran pengurus pusat periode 1439-1442 Hijriah atau periode2018-2021. Mereka diantaranya KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Pembina MES, Jenderal Moeldoko sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina MES, Wimboh Santoso sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat MES, Perry Wajiyo sebagai Ketua Dewan Pakar MES, serta Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram sebagai salah satu anggota Dewan Pembina.
“Langkah MES ke depan untuk memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat”, tandas KH Ma’ruf Amin pada acara pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) 2018, di Jakarta, Sabtu (24/3).

Lanjut KH Ma’ruf Amin, saat ini sistem ekonomi dan keuangan Indonesia sudah financial dual system, dimana salah satunya dengan sistem keuangan syariah. “Dengan adanya financial dual system ini maka lahirlah dual banking system. Salah satunya yaitu sistem perbankan syariah,” jelansnya.

KH Ma’ruf Amin menambahkan, saat ini juga sudah ada yang namanya Komite Nasional Keuangan Syariah yang diketuai Presiden Joko Widodo. “Diharapkan Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” tandasnya lagi.

Meski demikian kata KH Ma’ruf Amin, pangsa pasar keuangan syariah masih terbilang rendah, yaitu hanya 5 persen saja dari total pasar keuangan nasional. “Istilah kata busnya sudah banyak, tetapi penumpangnya masih sedikit”, ungkap KH Ma’ruf Amin.

Untuk itu solusinya, kata KH Ma’ruf Amin, MES harus mampu membangun ekonomi umat di Indonesia, dengan menggulirkan arus baru ekonomi Indonesia, dengan memberdayakan ekonomi umat dari bawah. “Selama ini yang terbangun adalah ekonomi konglomerasi yang tak mampu mengangkat harkat ekonomi masyarakat bawah,” paparnya.

Oleh karena itu jelas dia lagi, sistem pembangunan ekonomi harus dibalik bukan lagi dari atas, tapi dimulai dari bawah, ekonomi umat. Ternyata langkah strategis itu masih jelas KH Maruf Amin, direspon positif Presiden Jokowi dengan menggulirkan program redistribusi aset dan program kemitraan,” jelasnya lagi.

Sedangkan Ketua Umum MES Wimboh Santoso mengungkapkan, bahwa usia MES yang sudah mencapai 17 tahun ini, artinya sudah menjadi organisasi yang dewasa, dalam berpikir dan melangkah. “Karena MES sudah dewasa sehingga masyarakat menuntut yang lebih terhadap MES. Yang jelas, keberadaan MES harus bisa dirasakan denyutnya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Wimboh.

Wimboh mengakui, MES menyimpan potensi yang sangat besar, dan juga tantangan yang tak kalah besar. Dikatakannya MES sudah banyak memiliki jaringan di dalam dan luar negeri. Hingga saat ini, total aset keuangan syariah nasional sudah mencapai Rp1.133,23 triliun. “Namun, bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar angka. Yang lebih penting adalah umat banyak menikmati pertumbuhan keuangan syariah.

Bila sudah banyak dinikmati umat, angka pencapaian otomatis akan mengikuti. Saat ini, kita sedang mengembangkan Bank Wakaf Mikro untuk menggerakkan ekonomi umat, yang merupakan salah satu program unggulan Komite Nasional Keuangan Syariah,” pungkas Wimboh. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.