Pasca Diterimanya Serifikat WCC, Produk Kerajinan Gianyar Segera Familier Dikenal Dunia

pipnews.co.id, Gianyar – Kaupaten Gianyar (Bali) telah dinobatkan sebagai World Craft City (WCC) alias Kota Kerajinan Dunia. Dimana penobatan tersebut ditandai dengan diserahkannya sertifikat WCC oleh President World Craft Council Asia Facific Region, Madam Ghada Hiijawi Quddumi kepada Ketua Umum Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla. Selanjutnya diberikan kepada Wakil Bupati Gianyar, AA Gde Mayun.

Mufidah pun merasa bangga dengan penobatan Kabupaten Gianyar sebagai Kota Kerajinan Dunia. Karenanya dia berharap, Gianyar dapat lebih cepat dikenal luas, baik oleh masyarakat Indonesia maupun manca negara. Selanjutnya istri Wapres Jusuf Kalla ini pun mengharapkan Gianyar membentuk jejaring dengan WCC lain di dunia.

“Untuk itu saya ucapkan selamat kepada Dekranasda, gubernur, bupati dan masyarakat Bali atas ditetapkan Gianyar sebagai Wolrd Craft City. Semua ini dapat terwujud karena adanya dukungan dari semua pihak,” ujarnya di Bali Agung Theatre Show-Bali Safari & Marine Park, Senin (22/4).

Dalam kunjungan kerja, Mufidah yang didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga, Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Deputi Bidang Produk dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br Simanungkalit, juga Bupati dan Walikota se-Bali. Bertekad pihaknya akan terus mendorong Gianyar untuk mengembangkan produk-produk kerajinan pasca diterimanya sertifikat WCC.

Masih dikatakan Mufidah, dengan meningkatnya produk kerajinan, maka ekonomi di daerah tersebut dapat tumbuh dan damapaknya mampu mengangkat kesejahteraan para pengrajin lokal. “Saya harap Gianyar dapat terus mengembangkan produk kerajinannya sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan meningkatkan perekonomian Gianyar pada khususnya dan Bali pada umumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menyampaikan apresiasinya atas raihan predikat tersebut, seraya berharap para pengrajin dapat menangkap peluang-peluang pasar yang ada. Dengan dibarengi meningkatkan kualitas dan inovasi para perajin sehingga akan mampu bersaing dan memenangkan pasar.

Wagub juga mengajak semua pihak, baik pemerintah, para pengrajin maupun para pengusaha untuk terus bersinergi memajukan industri kreatif di Bali agar dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. “Ancaman produk impor merupakan soal yang perlu disekapi dan terbatasnya IT, SDM, jejaring usaha dan sarana promosi. Maka pelaku usaha harus mampu berkembang dan menjadi pelaku usaha kuat yang bisa bersaing di dalam maupun luar negeri, dalam memajukan industri kreatif di Bali,” ungkap Tjokorda.

Perlu diketahui hingga akhir 2018, jumlah industri kerajinan di Kabupaten Gianyar tercatat mencapai 36.890 unit. Dari jumlah tersebut mampu menampung tenaga kerja sebanyak 81.946 orang dari hampir semua jenis industri kerajinan, mulai kayu, emas, perak, tenun, endek dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indikasi Geografis Kerajinan Perak Celuk. Selanjutnya Mufidah didampingi Bintang Puspayoga melakukan peninjauan stand pameran dari pelaku UKM setempat. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.