Pelaku UMKM Serbu Pendaftaran Izin Berusaha di BKPM Lewat Online

Pipnews.co.id, Jakarta – Pemerintah pada belakangan ini banyak menciptakan program bantuan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Rupanya program bantuan ini berpengaruh pada keyakinan pelaku UMKM untuk segera berbeniah diri. Antara lain dengan melakukan pengajuan izin berusaha melalui online. Tercatat pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk UMKM terus melonjak selama bulan September dan Oktober 2020 ini.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui juru bicaranya Tina Talisa mengatakan, BKPM mencatat pengajuan NIB untuk UMKM 170.152, atau setara 86 persen dari 197.322 NIB yang diterbitkan melalui sistem Online SIngle Submission (OSS) sepanjang September 2020. Tina menyampaikan, pesatnya pengajuan NIB usaha skala mikro di masa pandemi adalah bentuk kekuatan perekonomian Indonesia. Di mana 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) ditopang oleh UMKM.

“UMKM berkobtribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sesuai amanah Presiden Joko Widodo, BKPM terus memastikan untuk melayani UMKM. Melalui  Undang Undangn Cipta Kerja  (UU Ciptaker), negara memberikan perlindungan dan penguatan terhadap.pelaku UMKM yang semakin solid,” kata Tina Talisa melalui keterangan resmi di Jakarta Senin (20/10).

yang mantan penyiar Televisi (TV One) ini menjelaskan,tingginya pengajuan NIB sepanjang September kembali menecahkan rekord pencapaian tertinggi sepanjang tahun ini, setelah Agustus lalu terjadi pelonjakan pengajuan NIB UMKM yang mencapai 104.240 NIB atau menungkat 114 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah NIB UMKM mencapai 82 persen dari seluruh pengajuan sebanyak 126.878 NIB di Agustus 2020. Menurutnya hadirnya UU Cipta Kerja menjadi terobosan  kebijakan untuk menghadirkan  perizinan yang cepat, mudah, efisien dan pasti.

UU Cipta Kerja juga memberikan perlakuan istimewa bagi UMKM, di antaranya kemudahan perizinan. UMKM hanya perlu memiliki NIB yang diproses dalam waktu tiga jam melalui OSS untuk melaksanakan kegiatan usahanya.

“UU Cipta Kerja memberikan penekanan, bahwa investor asing dilarang masuk sebagai pemegang saham UMKM. Jadi Penanaman Modal Asing (PMA) hanya boleh masuk skala besar. Dan investor asing wajib bermitra dengan UMKM. Ini bentuk nyata negara hadir untuk UMKM,” ujar Tina Talisa.

Di awal masa pandemi, jumlah NIB usaha skala mikro mengalami penurunan selama tiga bulan berturut turut, yaitu dari 36.337 pada Maret 2020 menjadi 28.435 NIB pada April 2020. Penurunan menyentuh angka terendah pada Mei 2020 yang hanta 15.845 NIB yang diterbitkan BKPM. Akan tetapi sektor mikro sangat resilien terhadap pandemi. Hal ini dibuktiksn dengan.lonjakan NIB di sektor mikro pada Juni 2020 yang mencapai 35.283 NIB, melonjak 123 persen dari bulan sebelumnya.

“Angka itu terus meningkat setiap bulan, hingga hampir 200 ribu NIB pada September 2020. Berdasarkan data Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM sepanjang Januari hingga September 2020 telah diterbitkan 792.044 NIB. Dari total NIB tersebut sektor mikro 70 persen, atau sejumlah 512.546 NIB,” pungkas Tina Talisa. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.