Nasional

Pelatihan Vokasional Kopi untuk Tingkatkan Kualitas SDM Mendapat Apresiasi dari MenkopUKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Konsumsi kopi di dalam negeri dan global makin meningkat. Untuk itu sangat dibutuhkan adanya sumber daya manusia (SDM) dan talenta vokasional kopi. Mengingat angka konsumsi dalam negeri ini, dipadukan dengan konsumsi global yang terus meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan akan SDM dan talenta menjadi semakin tidak terhindarkan.

Hal tersebut menggarisbawahi krusialnya program pelatihan vokasional kopi. Demikian ditegaskan Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki dalam Talking Point Closing Program Vocational Coffee Training Kopling @Olveh, Selasa (8/12).

Hadir Founder Kopling @Olveh Lin Chi Wei, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono, Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin, Presiden Direktur KT and G Indonesia Suh Sukhyun, Wakil Direktur KT and G Korea Kim Gyoung Dong.

Teten menambahkan, kerja sama antara pemerintah dengan pelaku usaha kopi dinilai sangat tepat, untuk mencetak SDM yang unggul, khususnya dalam hal vokasional kopi. Pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya, sekaligus mengucapkan selamat kepada Kopling at Olveh, KT and G dan Kemenko Bidang Perekonomian yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Bentuk-bentuk kolaborasi semacam ini perlu terus kita glorifikasi, sembari kita hadirkan di sektor-sektor usaha lainnya,” ujarnya.

Teten juga mengaku sangat antusias jika berdiskusi tentang kopi. Apalagi katanya, di Indonesia kopi sendiri memang merupakan sebuah komoditas yang sulit dipisahkan dari keseharian. Menurut MenkopUKM, saat ini produksi kopi di Indonesia terus menunjukkan tren meningkat, meski fluktuatif. Setidaknya 729 ribu ton produksi kopi Indonesia diproduksi oleh 94,5% pengusaha kopi perkebunan rakyat. “Menariknya sejumlah 335 ribu ton merupakan angka konsumsi nasional 2019 dan diprediksi mencapai hampir 50% yaitu 353,9 ribu di tahun 2020,” tandasnya lagi.

Ia menjelaskan, pademi Covid-19 berdampak pada seluruh lini, termasuk UMKM. Namun, tidak sedikit pula ada UMKM yang dapat bertahan bahkan tumbuh di tengah pandemi. Mereka yang bertahan kata Teten adalah UMKM yang melakukan inovasi dengan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, masuk ke dalam ekosistem digital serta secara konsisten meningkatkan kualitas SDM.

Masih dijelaskan Teten, pada 2020 ini, pihaknya merasakan betul bagaimana sebuah pandemi berdampak bagi keseluruhan lini usaha, termasuk UMKM yang merupakan 99,9% populasi usaha Indonesia dan penyumbang 60% PDB nasional dan 14,17% ekspor nasional. “Mereka yang bertahan adalah UMKM yang melakukan inovasi dengan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, masuk ke dalam ekosistem digital serta secara konsisten meningkatkan kualitas SDM,” tambahnya.

Menurut Teten, bentuk pelatihan daring yang digelar oleh Kopling at Olveh sangat relevan dalam kondisi pandemi ini. Tidak hanya dihadiri oleh petani kopi di beberapa wilayah di pulau Jawa, pelatihan daring Kopling at Olveh juga diikuti oleh tenaga pengajar dari SMK PPN Tanjungsari Sumedang, SMKN 57 Jakarta dan SMKN 1 Ulu Pungkut Mandailing Natal.

Ke depan imbuh Teten, ia mengharapkan program ini dapat hadir kembali, dengan skala acara dan dampak yang lebih luas. Menyertakan tidak hanya rekan-rekan petani kopi, barista namun juga mereka yang terlibat dalam rantai pasok. “Melibatkan institusi pendidikan yang lebih luas sehingga kita tidak hanya meningkatkan kapasitas UMKM saat ini, tetapi juga mempersiapkan Future SMEs atau UMKM masa depan,” katanya.

Program KemenkopUKM

Teten juga menegaskan, KemenkopUKM dalam upaya mempersiapkan Future SMEs, atau UMKM Masa Depan, KemenkopUKM mempersiapkan 4 pilar sebagai tahapan program yang berkelanjutan dan saling memperkuat, antara lain: peningkatan kapasitas sdm dan literasi digital dari para pelaku umkm, perbaikan proses bisnis, perluasan akses pasar dan penciptaan local heroes UMKM.

 

Ia menegaskan, program pelatihan vokasi ini dapat berdampak langsung kepada UMKM dan masyarakat khususnya karena sangat sejalan dengan pilar program peningkatan kapasitas SDM. Teten mempercayai program pelatihan vokasi ini dapat berdampak langsung kepada UMKM dan masyarakat khususnya karena sangat sejalan dengan pilar program “Peningkatan Kapasitas SDM” yang saya sebutkan sebelumnya. Bukan tidak mungkin dapat dilanjutkan dengan pilar “Perbaikan Proses Bisnis” khususnya terkait aspek rumah produksi bersama/factory sharing dan korporatisasi koperasi,” pungkasnya. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button