Pelemahan Rupiah Tak Perlu Dikhawatirkan jika Koperasi dan UKM Kuat

Pipnews.co.id, Semarang – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Menurutnya pemerintah akan terus berupaya optimal agar pelemahan tersebut tidak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun upaya yang akan dilakukan Kemenkop dan UKM agar pemelahan rupiah tidak berdampak signifikan, yakni dengan memberdayakan sektor koperasi maupun usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM). Mengingat sektor riil inilah dianggap memiliki daya tahan yang tinggi terhadap situasi krisis global. Dengan demikian Puspayoga mengatakan situasi ekonomi Indonesia ini jangan dikhawatirkan.

Begitulah pemaparan Puspayoga saat membuka Pendidikan 4.000 anggota XV Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jateng, Selasa (18/9).

Puspayoga menambahkan ekonomi kita itu dikuasai oleh UKM yang ada di wadah koperasi, sehingga situasi global yang menggoyang Indonesia tidak terdampak besar karena UKM dan koperasi kuat. “Kalau dolar naik itu sementara dan yang terdampak itu pengusaha besar bukan UKM. Kalau gak ada koperasi dan UMKM kita sudah bangkrut kita,” tandasnya.

Pemberdayaan UMKM dengan cara memberikan akses pembiayaan malalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga ringan. Pemerintah telah memangkas suku bunga KUR menjadi 7 persen pertahun dari sebelumnya 9 persen. Kebijakan bunga ringan ini diharapkan dapat membuka akses seluas-luasnya bagi UMKM untuk memperoleh modal usaha.

Sementara pemberdayaan sektor koperasi melalui gerakan reformasi total koperasi yang terdiri tiga langkah strategis, yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan koperasi. Langkah ini terbukti efektif karena mampu meningkatkan kontribusi koperasi terhadap produk domestik broto sebesar 4,48%, setara Rp452 triliun. “Kalau kedua itu diberdayakan maka pemerataan kesejahteraan itu akan tercapai, kita harus mampu mewujudkan itu,” kata Puspayoga.

Puspayoga dalam acara tersebut menginisiasi kerja sama pelatihan kewirausahaan antara lembaga yang dipimpinnya dengan UIN Walisongo Semarang. Kerja sama ini akan dilakukan tahun depan. Kemenkop dan UKM akan menyiapkan tenaga pengajar yang berpengalaman guna memberi pelatihan kewirausahaan kepada mahasiswa.

“Jadi semua kita latih untuk kewirausahaan sesuai dengan bidang yang diinginkan. Kita punya instruktur yang kapabel,” tuturnya.

Usai pelatihan kata Puspayoga pihaknya akan memberikan bantuan modal usaha maksimal Rp13 juta setiap orang. Setelah itu, mahasiswa diberikan akses pinjaman modal ke bank dan dibantu pemasaran hasil produknya.

“Nanti kalau sudah jalan silahkan pakai kredit murah dengan bunga murah, yaitu KUR. Dengan catatan jangan kupa kuliahnya. Biasanya kalau asyik dagang malah lupa kuliah. Saya sarankan kalau kita sudah enak nyari duit kuliah dilupakan, gak boleh,” imbuhnya di gadapan mahasiswa.

Nafidah Isma, salah seorang mahasiswa semester 1 dalam dialognya dengan Menkop dan UKM, mengaku telah merintis usaha doodle mart sejak kelas III SMP. Meski senang karena bisa menambah penghasilan bulanan, tetapi dia harus membagi waktu antara kuliah dan usaha yang tentu beresiko. “Di situ masalahnya pak. Waktu masih sekolah saya harus kejar-kejaran antara usaha dengan tugas sekolah. Mudah-mudahan saya bisa menbagi waktu dengan baik,” ungkapnya. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.