Nasional

Peluncuran Buku 100 Koperasi Besar Indonesia, Bukti Koperasi Kini Tekuni Bisnis Kelas Ratusan Miliar dan Triliunan

 Pipnews.o.id, Jakarta – Melihat gebyar peluncuruan Buku 100 Koperasi Besar Indonesia (KBI), sepertinya sikap remehkan koperasi saatnya distop. Faktanya koperasi bukan lagi kelas ecek-ecek. Hal itu telah dibuktikan pada acara anugerah penghargaan terhadap pelaku koperasi hebat yang di gelar di Gedung Smesco Indonesia Jakarta, Selasa (23/22) oleh Majalah Peluang.

Tepatnya perhelatan yang dibarengi peluncuran Buku 100 KBI oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, setidaknya mampu menghapus rasa pesimistis menjadi optimistis terhadap koperasi. Pada kesempatan tersebut MenkopUKM mengapresiasi pada Majalah peluang yang sudah melakukan riset dalam waktu lama perihal perkembangan dan kemajuan koperasi.

Teten begitu bersemangat setelah mendengar pemaparan kinerja koperasi yang sangat apik, dengan penyajian data kinerja keuangan yang fantastis. “Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan penulis Buku ini, Bukan sekadar menulis, tetapi Pak Irsyad Muchtar sudah lama melakukan riset dan memantau dari waktu-ke waktu pergerakan koperasi. Hingga tadi disebutkan ada 18 koperasi yang naik kelas. Tanpa riset panjang sulit memastikan dan menemukan adanya dinamika di koperasi,” paparnya usai melaunching Buku 100 KBI.  

Tentu apresiasi KemenkopUKM ini tak berlebihan, mengingat apa yang dipaparkan Irsyad Muchtar sang inisiator sekaligus penulis buku telah lama merekam lalu menyajikannya dalam data-data kenerja koperasi yang cukup fantastik.

Para koperasi itu telah berhasil mencatatkan aset dan volume usahanya dengan nilai lebih Rp 100 miliar hingga Rp 10 triliun. Sehingga wajar jika pencapaian tersebut diapresiasi oleh pihak-pihak yang peduli dan memantau kiprah mereka, dalam hal ini Majalah Peluang. Pemerintah pun sudah semestinya jika mengapresiasi dan berterima kasih pada koperasi. Peran mereka telah ikut menggerakan perekonomian bangsa, terlebih di masa Covis-19 ini.

Selanjutnya adalah pemaparan sang penulis buku Irsyad Muchtar yang membuat Pak Menteri Koperasi itu bangga. Bahwa kriteria penilaian 100 koperasi besar yang dihimpun dalam buku yang diluncurkan kali ini, acuannya laporan keuangan pada tahun buku 2019. Sisi lain yang dikriteriakan, yakni aspek manajemen, penguasaan teknologi informasi terkini dan aspek kepedulian lingkungan.

Menurutnya, dari 100 koperasi besar yang sudah dihimpun itu tercatat akumulasi aset sebesar Rp 66,6 triliun, dengan volume usaha Rp 59,7 triliun dan jumlah anggota 5.490.660 orang. Menariknya lagi, pada buku setebal 250 halaman itu tidak hanya menyajikan 100 koperasi berkinerja mentereng, tapi ditampilkan pula 200 koperasi besar lain dengan kategori Progresif dan Potensial.

Masih dituturkan Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah Peluang itu, setidaknya telah dihimpun 500-an koperasi beraset mulai dari Rp 10 miliar hingga triliunan rupiah. Kemudian dipilih 300 koperasi yang masuk kriteria koperasi besar, dengan mengelompokkan pada tiga kategori, yaitu 100 Besar, 100 Progresif dan 100 Potensial.

“Yang membanggakan pastinya dari koperasi-koperasi yang kami pantau bertahun-tahun itu, selalu saja ada yang prestasinya naik. Bukti semua itu kami sajikan dalam buku KBI ini, dimana ada 18 koperasi yang naik kelas,” tuturnya.

Perihal proses hingga penyusunan buku kata Irsyad, dirinya dan tim telah aktif memantau perkembangan koperasi di Tanah Air, paling tidak sudah lebih 10 tahun. Khususnya, terhadap koperasi dengan skala bisnis yang memiliki pertumbuhan aset, volume usaha dan pertamahan jumlah anggota yang signifikan.

Tentu bukan cuma itu, Irsyad mengaku rutin mengunjungi kantor-kantor koperasi yang dirating itu. Selain itu ada komunikasi melalui sambungan telepon maupun media sosial dengan pengurus koperasi. Mereka kemudian mengiriman buku RAT sebagai data yang sangat penting. Kecuali itu, ada penggalian data di Kementerian Koperasi dan UKM. Karenanya, data 500 koperasi yang terbilang layak bisnis berhasil dihimpun.

Masih dipaparkan Irsyad, dari total 300 koperasi besar yang dimuat tersebut, mencatat akumulasi aset sebesar Rp 85,102 triliun, dengan volume usaha Rp 75,895 triliun dan melayani anggota sebanyak 7.569.339. Dengan jumlah aset tersebut kata dia, berarti koperasi telah ikut berkontribusi 55,9% terhadap total aset koperasi nasional, pada periode yang sama, sebesar Rp152,113 triliun. Volume usahanya mencapai Rp 154,178 triliun dengan total anggota 22.463.738 orang. Adapun kontribusi berdasar volume usaha sebesar 49,2% dan 33,7% untuk total anggota.

Irsyad juga menjelaskan, dalam buku yang terbit keempat kalinya sejak 2012 ini, diakui sejumlah koperasi ‘unggulan’ lama tetap mendominasi. Seperti Kospin Jasa Pekalongan-Jawa Tengah, Koperasi Kredit Lantang Tipo, Sanggau-Kalimantan Barat, KSPPS UGT Sidogiri Pasuruan-Jawa Timur dan Koperasi Telekomunikasi Selular-DKI Jakarta.

Mengenai penghargaan terhadap mereka, imbuh Irsyad dipilah jadi tiga kategori. Bukan apa-apa katanya, tetapi semata untuk memacu pertumbuhan koperasi agar berjalan secara dinamis. Tepatnya, agar koperasi dengan aset ratusan miliar rupiah itu tidak lagi berhadapan dengan koperasi yang sudah mencetak aset triliunan rupiah.

Untuk kategori I apresiasi diberikan bagi koperasi yang beraset di atas Rp 1 triliun. Kategori II mereka yang memiliki aset Rp 500 miliar hingga di bawah Rp 1 triliun. Adapun kategori III yaitu koperasi yang membukukan aset Rp 100 miliar hingga di bawah Rp 500 miliar.

Koperasi yang nangkring di kategori satu, tidak lain Kospin Jasa Pekalongan sebagai pemuncak koperasi besar periode 2021. Besaran total asetnya di atas Rp 1 triliun. Tepatnya pada tahun buku 2019 total aset yang tersajikan sebesar Rp 9,6 triliun, atau naik dibanding tahun buku 2017 sebesar Rp 7 triliun.

Posisi berikutnya dikuntit pendatang anyar, yakni KSP Sahabat Mitra Sejati. Koperasi ini memuncaki klasemen kedua karena total aset yang dibukukan mencapai Rp 4,4 triliun, dari tahun buku sebelumnya Rp 2,5 triliun. Berikutnya koperasi pencapaian aset hingga urutan 10 besar, yaitu KSP Sejahtera Bersama Bogor (Rp 3,1 triliun); KSP CU Lantang Tipo, Sanggau (Rp 3 triliun), Mandiri Healthcare, Jakarta (Rp 2,7 triliun), KSPPS BMT UGT Sidogiri Pasuruan (Rp 2,6 triliun), KSP CU Pancur Kasih, Pontianak (Rp 2,5 triliun), KSP Mitra Dhuafa, Jakarta (Rp 1,9 triliun), Kisel, Jakarta (Rp 1,6 triliun), dan Kopdit Keling Kumang, Sekadau (Rp 1,5 triliun).

Menurut Irsyad, klasifikasi koperasi yang masih triliuner adalah Koperasi Astra, Jakarta (Rp 1,2 triliun), KSP Kopdit Pintu Air Maumere (1,1 triliun), KSPPS BMT BUS, Lasem (Rp 1,1 triliun) dan KWSG ,Gresik (Rp1,0 triliun).

Kemudian apresiasi untuk strata di bawahnya (koperasi kategori II) disematkan kepada Koperasi Karyawan (Kopkar) Wijaya Karya, Jakarta (Rp 950 miliar), Kopdit Sangosay, Bajawa (Rp 790 miliar), KSPPS BMT Maslahah Sidogiri (Rp 737 miliar) dan KSP Nasari, Semarang (Rp 664 miliar). Adapun apresiasi koperasi kategori III dianugerahkan kepada KSP Makmur Mandiri (Rp 500 miliar), Kopkar Sampoerna, Surabaya (Rp 417 miliar) dan KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah, Pati (Rp 347 miliar).

Rupanya belum pungkas sampai disitui, Majalah Peluang pun memberikan apresiasi kepada koperasi yang dinilai berhasil menerapkan informasi teknologi (IT) kekinian dan peran positifnya terhadap kepedulian lingkungan.

Siapa saja mereka yang didapuk sebagai pengguna IT terbaik, antara lain KSP Kopdit Keling Kumang, Sekadau (Kalbar). Koperasi iji seperti dijelaskan Irsyad, meskipun terletak di tengah hutan, perlu tujuh jam dari pusat kota menuju koperasi tersebut, tetapi sudah familier dengan virtual account dan banking system. Selanjutnya adalah Koperasi Astra Jakarta, KAN Jabung Malang dan KSP Sejahtera Bersama, Bogor.

Sedangkan koperasi penerima penghargaan dengan IT dan sekaligus Peduli Sosial terbaik dipersembahkan kepada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, Tangerang. Sesi penghargaan selanjutnya dihaturkan kepada koperasi peduli sosialnya terbaik. Mereka antara lain, KSP Kopdit Pancur Kasih Pontianak, Koperasi Tankers Pertamina Perkapalan Jakarta dan KPBS Pangalengan, Jawa Barat. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button