Pendekatan Pemberdayaan Ekonomi Ampuh Berantas Radikalisme

pipnews.co.id, Garut – Kementerian Koperasi dan UKM mengajak semua pihak untuk memberantas gerakan radikalisme dan menekan praktik terorisme dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat termasuk melalui koperasi. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan usai meninjau Koperasi Komunitas Mantan Narapidana teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/5).

Masih menurut Prof Rully, perlu upaya bersama untuk mendukung para mantan napi terorisme dan aktivis gerakan radikal bangkit secara ekonomi. “Pemberdayaan ekonomi melalui koperasi tergolong langkah yang efektif untuk memberantas gerakan radikalisme dan menekan praktik terorisme karena salah satu akar persoalan radikalisme dan terorisme adalah tekanan ekonomi,” ujarnya.

Hal itu dikemukakan Rully saat berdialog dan berkomunikasi dengan para mantan napi terorisme yang tergabung dalam Koperasi Kontantragis. Apa diobrolkan itu pun, baik tentang keluhan dan kendala mereka dalam berkoperasi ditampung dan segera carikan solusinya. Namun kata dia perlu upaya bersama guna mensupport para aktivis di Kontantragis. “Karena ini bukan persoalan ekonomi semata tapi kebangsaan, mereka harus mendapatkan apresiasi dan perhatian khusus setelah memutuskan untuk memilih kembali ke NKRI,” tandasnya.

Bentuk dukungan yang diharapkan, imbuh Rully, bisa datang dari pemerintah kabupaten/kota, mitra bisnis dengan win win solutions, perbankan, hingga masyarakat yang terbuka untuk mau menerima produk mereka. Sambung Rully, jangan juga masyarakat menolak produk mereka. Sebab, kalau mereka kembali ke jalan awal yang repot kita semua. “Saya harap ini menjadi agenda besar kita sebagai sebuah bangsa,” katanya.

Ia menekankan siap membuka akses permodalan bagi koperasi itu baik melalui LPDB-KUMKM atau KUR sekaligus pelatihan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi hak paten serta hak cipta untuk produk koperasi. Pihaknya pun imbuh Rully siap bersinergi dalam berbagai program, baik dari sisi perkuatan permodalan, pelatihan maupun berbagai program lainnya.

Rully menambahkan, sebagian dari anggota koperasi tersebut mengeluhkan keterbatasan modal dalam pengembangan usaha mereka. Selain itu, mereka juga membutuhkan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dari sisi SDM. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.