Pendiri FKKMI Didukung Kopma se Indonesia Jadi Menteri Koperasi

pipnews.co.id, Malang – Komposisi Kabinet Jokowi mendatang berasal 45% parpol, 55% profesional, demikian Janji Jokowi selaku Presiden dan Presiden terpilih. Janji tersebut terucap dalam pertemuandengan Dewan Pemimpin Redaksi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8) dan mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Tidak hanya Pondok Pesantren tetapi juga menjadi perhatian para mahasiswa pegiat koperasi (KOPMA). Setidaknya dari 69 (enam puluh sembilan) Perguruan Tinggi se Indonesia yang tergabung dalam FKKMI (Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia).

“Stabilitas Nasional itu ibarat mata uang, satu sisi Demokrasi Politik, sisi lainnya adalah Demokrasi Ekonomi, Indonesia dari dulu hingga kini hanya fokus pada penciptaan Demokrasi Politik saja, Demokrasi Ekonomi terabaikan hingga kerap terjadi instabilitas Nasional, penguasaan Sumber Daya yang dikuasai oleh segelintir orang adalah buktinya selain kesenjangan sosial dan menganga nya kemiskinan serta pengangguran,” papar Zaki Fauzi, Wakil Ketua FKKMI.

Ia menamahkan bahwa konstitusi telah mengamanatkan tentang sistem ekonomi nasional, yakni tentang Demokrasi Ekonomi. Namun sangat disayangkan tidak diimplementasikan secara baik, untuk itu FKKMI bergerak akan menuntaskan perjuangan mahasiswa dan pemuda. Jika pada 1908, 1928, 1945 dan 1998 adalah perjuangan politik, maka (FKKMI) akan menuntaskan, memparipurnakan perjuangan lanjutannya, yakni menciptakan Demokrasi Ekonomi sesuai Konstitusi agar Stabilitas Nasional terjaga. “Kami berharap Jokowi selaku Presiden terpilih benar-benar menggunakan hak prerogatif nya secara cermat. Perbanyaklah kaum profesional jangan terdikte oleh Parpol untuk Menteri-menteri bidang Ekonomi, wabilkhusus Menteri Koperasi,” tandas Fauzi lagi yang berasal dari KOPMA UIN Banten.

Pada kesempatan tersebut pun banyak pihak yang hadir termasuk media menanyakan, siapa kandidat Menteri Koperasi yang disiapkan untuk menduduki tampuk tertinggi institusi yang memidangi perkoperasian indonesia. Akhirnya terungkaplah seuah figur yang selama hidupnya telah mengabdikan pada ranah perkoperasian. “Uraian yang tadi disampaikan adalah salah satu amanat yang pernah disampaikan oleh Mohamad Sukri, pendiri FKKMI di tahun 80an, tentunya kami sangat berharap Jokowi dapat mempertimbangkan beliau menjadi Menteri Koperasi” tegas Fauzi.

Masih lanjut Fauzi memaparkan bahwa Kabinet Jokowi mendatang akan menghadapi tantangan lainnya. Diantaranya adalah terjadinya bonus demografi, sehingga peranan Kementerian Koperasi akan menjadi tumpuan Pemerintahan Jokowi di masa mendatang. “Jika tata kelola koperasi dilakukan secara tepat dengan dukungan regulasi yang baik, maka Bonus Demografi ini akan menjadi berkah demografi jika terjadi sebaliknya maka akan terjadi Bencana Demografi, dan Mohamad Sukri punya solusi atas hal tersebut,” tegasnya lagi.

Senada dengan Fauzi, Luni Nanda, Ketua Umum FKKMI Kopma Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, Jatim, bahwa hal terkait koperasi isa menjadi solusi menciptakan kemakmuran dalam onus demografi, pernah disampaikan M Sukri pada acara FKKMI (Jambore Kopma se Indonesia) di Malang (19/9). “Hal tersebut pernah dipaparkan Kandidat Menteri Koperasi pilihan kami  yang saat itu dihadiri sebanyak 69 Kopma Perguruan Tinggi se Indonesia” tegas Luni Nanda. (Met/MS).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.