Pendistribusian Masker Kain Gratis kepada Pedagang UMKM dan masyarakat agar Merata, Kemenkop dan UKM Libatkan para komunitas

Pipnews.co.id, Jakarta – perhatian pada sektor KUMKM sejak pandemi Covid-19 oleh pemerintah tak perlu diragukan. Kementerian Koperasi dan UKM misalnya, dalam program pembagian makser kain gratis menggandeng sejumlah komunitas untuk dalam pendistribusiannya kepada para pegadang UKM, di berbagai wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Komunitas yang dimaksud itu diantaranya dari Lazisnu, Indonesia Brand Aktivist Network (IBAN), Tokome dan PT Wira Karitas. Demikian dijelaskan Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata di Jakarta, Kamis (20/5).

Lanjut Leonard, program pembagian masker gratis ini sebagai komitmen Kemenkop dan UKM membantu pemerintah dalam meredam infeksi penyebaran pandemi Covid-19 di Tanah Air. Program ini diadakan bekerja sama dengan para donator masker dari PT Mayora, PT Shirama Internasiaonal dan Komunitas Solideritas Berantas Covid 19. Demikian dalam pendistribusiannya juga melibatkan para komunitas. “Kita bekerja sama dengan rekan-rekan dari berbagai komunitas untuk memudahkan pendistribusian masker kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dalam hal ini kami prioritaskan kepada pegadang kecil,” jelasnya.

 Dengan adanya pembagian masker secara gratis ini imbuh Leonard, masyarakat akan semakin peduli dan ikut bersama sama pemerintah memutus pedemi Covid-19. Masih kata dia, pendistribusian masker secara gratis ini ke daerah-daerah yang masuk zona merah pendemik Covid-19, di antaranya Kota Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. “Sejak digagas pada awal pandemi Covid-19 merebak, hingga kini sudah lebih dari 190 ribu masker dibagikan kepada para pedagang,” jelas Leonard seraya menyebutkan bahwa Smesco Indonesia pun ditunjuk Kemenkop UKM sebagai salah satu mitra distribusi.

Adapun komunitas yang dilibatkan, yakni IBAN yang di bantu oleh Lazisnu, Tangsel Kreatif, Komunitas Belimbing Depok, Global Visi Media, Universitas Umar Usman, Komunitas Indonesia Creativ Cities Network, Komunitas Fesyen berkelanjutan, dan Sekertariat ULUNI UI. “Ini sebagai bagian dari gerakan mengenakan masker kain non medis untuk para pedagang. Mereka kalau kita lihat banyak yang tidak bisa menerapkan social distancing karena mereka harus mencari nafkah di jalan. Karena ini gerakan ini digagas untuk membantu mereka,” paparnya lagi..

Imbuh Leonard, gerakan masker kain ini digagas Kemenkop dan UKM bersama para donatur masker, dengan tujuan untuk mengurangi permintaan pasar terhadap masker medis, dan juga agar menambah peluang penghasilan bagi UKM yang memproduksi masker kain non medis. “Gerakan mengenakan masker kain di kalangan pedagang ini penting, karena mereka termasuk kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Dengan mengenakan masker, para pedagang di jalan dapat beraktivitas dengan lebih aman, atau mengurangi resiko tertular virus tersebut,” pungkasnya. (Slamet AW).

About admin 177 Articles
Eko Priyanto lahir di kota Wonosobo 27 April 1982, Alumni Sistem Informasi disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom). Memulai mengenal pemograman website sejak tahun 2007 hingga sekarang. Saat ini fokus sebagai profesional Web Design dan menjadi penulis dibeberapa blog tutorial miliknya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.