Nasional

Pengembangan Ekonomi Syariah di Kalangan Mahasiswa Mendapat Dorongan Kemenkop UKM

PIPNews.co.id, Jakarta – Pengembangan keilmuan dan praktik ekonomi syariah di kalangan mahasiswa, terus Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM). Caranya dengan mengembangkan inkubator bisnis syariah guna menumbuhkan wirausaha pemula dan pengembangan lembaga bisnis, baik berbadan hukum koperasi mau Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus mendorong
pun lainnya.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Yuana Sutyowati, saat tampil sebagai keynote Speech dalam Seminar Internasional dengan tema ‘Optimizing The Capability of Technology Based SME in The Global Competition Era’ dan Temu Ilmiah Regional dengan tema ‘Small Enterprise for Big Indonesia’ di Kampus UIN Ciputat, Banten, Senin (5/3).
Acara itu digelar oleh Lingkar Studi Ekonomi Syariah (Lisensi) UIN Syarif Hidayatullah bekerjasama dengan Forum Silahturahim Ekonomi Islam (FoSSEI). “Kami mengapresiasi keberadaan FoSSEI sebagai komunitas Mahasiswa Pecinta Ekonomi Islam. Ini merupakan komunitas generasi muda yang potensial dalam pengembangan ekonomi syariah di masa mendatang,” ujarnya.

Yuana menambahkan, FoSSEI melalui program business appraisal atau program kewirausahaan yang telah dijalankan diharapkan dapat bersinergi dengan Kemenkop UKM. Khususnya dengan Deputi Bidang SDM dan Deputi Bidang Pembiayaan dalam penumbuhan Wirausaha Pemula.
Menurutnya dengan menerapkan sistem manajemen modern berbasis Teknologi Informasi, diharapkan UKM dan Koperasi dapat memiliki daya saing, menjadi UKM dan koperasi yang kuat, sehat, mandiri dan tangguh.

FoSSEI yang kini telah terbagi 14 Regional, mewadahi 165 KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) Perguruan Tinggi. Keanggotaannya lebih dari 15 ribu orang tersebar di 24 provinsi seluruh Indonesia. Adapun FoSSEI sendiri merupakan pelopor dan asosiasi mahasiswa di bidang ekonomi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia.
Karenanya pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap komunitas ini, agar dimasa depan tercipta insan ekonomi syariah yang berdaya saing, tidak saja dalam negeri tapi juga mampu sejajar dengan pelaku ekonomi syariah global.

Pada kesempatan tersebut, Yuana juga menekankan pentingnya penguasaan Teknologi Informasi (TI) bagi pelaku koperasi dan UKM. Hal ini perlu dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Yuana mengakui, TI yang berkembang begitu pesat sangat berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat daya saing KUKM dan Koperasi. Sebab, melalui pemanfaatan TI pelaku KUKM berdampak pada lebih dikenal profil dan produk usahanya, kemudahan komunikasi dengan pelanggan, efisiensi dan efektivitas manajemen dan perluasan jangkauan dan volume pemasaran.

Kemenkop UKM pun kini memiliki beberapa program atau kegiatan bagi pengembangan UKM berbasis teknologi informasi. Yakni adanya Kampung UKM Digital. Kampung UKM Digital ini mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi secara komprehensif dan integratif, guna mendukung proses bisnis yang berjalan di Sentra UKM, atau lokasi tertentu guna mewujudkan UKM yang maju, mandiri, dan modern, bersinergi dengan PT Telkom dan PLUT Daerah setempat. “Selain itu, ada pula e-Commerce UKM,” katanya.

Untuk program e-commerce ini, pihaknya bekerjasama dengan lintas pelaku terkait dalam mengembangkan pemasaran produk UKM. Seperti kerja sama dengan Microsof Indonesia, PT Finet Telkom dan Bukalapak.com.

Selain itu terdapat program pendukung dalam rangka peningkatan akses pembiayaan, antara lain adalah: Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dan Bantuan Permodalan Wirausaha Pemula.

Berdasarkan data 2016 jumlah UMKM 59.267.759 Unit, terdiri dari Usaha Mikro: 59.521.987 Unit (98,74%), Usaha Menengah 681.522 Unit (1,15%), Usaha Menengah 59.263 Unit (0,10%) dan Usaha Besar 987 Unit (0,01%). KUKM berkontribusi pada PDB Nasional sebesar 62,57% dan menyerap tenaga kerja 132,22 Juta (96%). Sedangkan jumlah koperasi sebanyak 150.385 unit dan memiliki peran menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dilihat dari kontribusinya terhadap PDB Nasional pada 2014 sebesar 1,7% dan meningkat menjadi 3,99%pada 2016. (awes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button