Pengusaha Minta Dukungan Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja di Tengah Pandemi

foto: dok HIPMI
foto: dok HIPMI

Pipnews.co.id, Jakarta – Komunikasi intens yang bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan baru, untuk warga yang terimbas dampak pandemi Covid-19. Kini sedang dilakukan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) dengan Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, yang adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming, bahwa pihaknya bisa menjadi inisiator dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk warga yang terimbas dampak pandemi Covid-19. Adapun jenis usaha yang potensial dikembangkan masyarakat kata dia, seperti makanan dan minuman khas setempat. Dimana tujuannya adalah untuk meminimalisir pemutusan huungan kerja (PHK). “Kita jaga ekosistem dunia usaha agar bisa hadapi pandemi Covid-19. Bersama Gugus Tugas insyallah kita bisa sinergi bersama,” ujar Maming di Jakarta, seperti dilansir merdeka.com, Senin (6/7).

Masih menurut mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan ini, meminta para stakeholder ekonomi nasional baik pengusaha, buruh, pemerintah, dan UMKM untuk mengedepankan kepentingan nasional dalam mengambil keputusan dan bertindak. Kemudian para stakeholder pun harus bekerja bersama menciptakan kondisi dan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) ketimbang berselisih.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah aktif dalam mendukung pengusaha, khususnya pengusaha muda. Dengan memberikan stimulus ekonomi yang terencana, baik dari sisi perpajakan, kredit/cash flow, maupun keringanan beban operasional. Masih imbuh Maning, dengan bersama-sama akan bisa menghadapi situasi yang sangat tidak menentu ini. “Kami berharap, pemerintah pusat dan daerah fokus mengatasi pandemi Covid-19 ini supaya cepat terkendali,” tandasnya lagi.

Adapun Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan, BPP HIPMI, Sari Pramono menambahkan, untuk mencegah masyarakat terpapar Covid-19 dan terkena PHK, BNPB dan HIPMI akan melakukan sosialisasi bersama, agar seluruh pengusaha menaati protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan perekonomiannya. Masih kata dia, pihaknya dan BNPB terus mengadakan sosialisasi untuk protokoler kesehatan. “Kita fokus adaptasi di era new normal. InsyaAllah ke depan kita akan mengadakan webinar bersama, soal PHK yang bisa dihubungkan dengan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sari menambahkan, peran sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi perekonomian sebuah negara, dan salah satu input penting bagi pembangunan industri yang berdaya saing. Menurutnya pada 2030-2040 Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana jumlah usia produktif mencapai 64% dari total penduduk 297 juta jiwa.

Masih diungkapkan Sari, sumber daya sehat dan kuat itu penting, seperti misalnya bonus demografi antara bencana vs kesempatan. “Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF), index daya saing global Indonesia pada 2017 di peringkat 47, pada 2018 menempati posisi peringkat 45, dan di peringkat 50 pada 2019,” tuturnya.

Sari juga menukil data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa lulusan SMK mendominasi tingkat pengangguran terbuka (TPT), menurut jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada Februari 2017 hingga Februari 2019. Dengan demikian, pembangunan kualitas SDM harus melalui pengembangan vokasi.

Di sisi lainnya, Sari juga menyoroti terkait program Kartu Prakerja. Kata dia, seharusnya pemerintah menggandeng penyerap tenaga kerja, bukan malah menggandeng platform digital. Dengan demikian Kartu Prakerja bisa tepat sasaran dalam penyalurannya. “Progam Kartu Prakerja yang tepat sasaran bisa mengurangi gelombang PHK yang terjadi akibat imbas pandemi Covid-19,” pungkasnya. (esawe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.