Perjanjian Dagang IA-CEPA Resmi Berlaku, Artinya Bea Masuk Barang Indonesia Ke Australia Nol Persen

Pipnews.co.id, Jakarta – Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dengan Australia (IA-CEPA) resmi berlaku pada Minggu (5/7). Maka, kini para pelaku usaha dan pemangku kepentingan Indonesia sudah mulai bisa memanfaatkan IA-CEPA.

Berlakunya IA-CEPA didukung diterbitkannya tiga peraturan pelaksana, yaitu pertama Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 63 Tahun 2020 tentang Ketentuan Asal Barang Indonesia dan Ketentuan Penerbitan Dokumen Keterangan Asal untuk Barang Asal Indonesia dalam IA-CEPA. Lalu kedua, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.10/2020 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam rangka persetujuan IA-CEPA. Ketiga, Peraturan Menteri Keuangan 82/PMK.04/2020 tentang Tata Cara Pengenaan Bea Masuk atas Bsrang Impor Berdasarkan Persetujuan IA-CEPA.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, IA-CEPA akan memberikan manfaat bagi eksportir Indonesia melalui penghapusan seluruh tarif bea mssuk Australia. Dengan begitu seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia akan menikmati tarif nol persen. Produk Indonesia yang berpotensi meningkat diantaranya otomotif, kayu dan turunannya. Termasuk furnitur, perikanan, tekstil dan produk tekstil, sepatu, alat komunikasi dan peralatan elektronik.

“Seluruh produk ekspor Indonesia yang masuk Australia dihapuskan tarif bea masuknya. Untuk itu tarif preferensi IA-CEPA ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha Indonesia agar ekspor Indonesia meningkat,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam siaran pers¬† Senin (6/7).

Begitu juga selabaliknya lanjut dia, karena sifat perdagangan Indonesia-Australia yang komplementer, industri nasional juga mendapat manfaat berupa ketersediaan bahan baku dengan harga kompetitf, karena tarif bea masuk (bahan baku) barang Australia ke Indonesia nol persen. Industri hotel restauran dan katering serta industri makanan dan minuman akan mendapatkan harga bahan baku yang lwbih berdaya saing sehingga konsumen dapat menikmati lebih banyak varian serta harga lebih terjangkau.

“IA-CEPA merupakan perjanjian yang komprehensif yang tidak terbatas pada perdagangan barang, namun juga perdagangan jasa, investasi dan kerjasama ekonomi. Cakupan IA-CEPA yang komprehensif mendorong Indonesia-Australia menjadi mitra sejati memciptakan jejaring supply global,” jelas Agus.

Kata Agus, IA-CEPA dibentuk dengan konsep Economic Powerhouse yang kolaborasi antara Indonesia-Australia dengan memanfaatkan kuunggulan negara masing masing, ini menyasar pasar di kawasan, atau di negara ketiga, contohnya pada industri makanan olahan berbahan dasar daging yang didatangkan dari Australia dan diolah di Indonesia untuk tujuan Timur Tengah.

Kemendag mencatat, total perdagangan Indonesia-Australia pada 2019 mencapai 7,8 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia tercatat senilai 2,3 miliar dolar AS dan impor 5,5 miliar dolat AS, sehingga Indonesia mengalami devisit 3,2 miliar dolar AS. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.