Perlu Ada Perlindungan bagi KUMKM di Era Pasar Global

Pipnews.co.id, Kendari – Indonesia saat ini sedang memasuki era baru dalam komunitas masyarakat ekonomi Asean atau MEA. Dimana kondisi ini terjadi pasar tunggal (single market) dan tempat berproduksi bersama (production base) untuk masyarakat Asean dan luar Asean.

Adanya keterbukaan di pasar global menuntut perlunya perlindungan terhadap produk-produk KUMKM agar tidak ditiru. Seperti fasilitas pemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas produk dan desain, serta mendorong sertifikat HAKI.

Era tersebut juga membuka ruang bagi para pelaku Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) untuk menawarkan dan sekaligus mengajarkan tentang produknya kepada pembeli luar negeri. Meski cara seperti ini dipandang sebagai hal yang positif, namun di sisi lain ada kekhawatiran ditiru.

Demikian dipaparkan Plt Asisten Deputi Bidang Standardisasi dan Sertifikasi, Kemenkop-UKM Sitti Darmawasita, dalam acara Konsultasi Desain dan Kemasan serta Pemberkasan Pendaftaran Hak Merek dan Sertifikasi Halal Produk KUMKM di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (10/8).

Sitti menambahkan sangat dan perlu pemberian perlindungan terhadap produk-produk tersebut agar tidak dijiplak oleh yang tidak bertanggung jawab. “Karena saya tahu betul keikhlasan para perajin untuk mengajarkan dan menularkan talentanya kepada rekan, mitra, bahkan buyer luar negeri yang rendah hati dan jujur, bersedia menceritakan semua talentanya kepada orang lain,” katanya.

Masih kata Sitti, kepemilikan merek dagang bagi UMKM merupakan kebutuhan utama karena akan menjadi identitas dan tanda pengenal masing-masing produk UMKM. Karena itu, sangat perlu untuk didaftarkan hak kepemilikan merek dagangnya. Seiring dengan hal itu llanjut dia, para pelaku UMKM perlu dilindungi kreativitas dan hasil karyanya agar tidak diakui oleh pihak-pihak lain sebagai miliknya Sitti.

Pada periode 2018 ini Kemenkop-UKM menargetkan sebanyak 2.500 KUMKM akan distandarisasi dan disertifikasi. Dari jumlah tersebut terdiri atas 330 KUMKM untuk Sertifikasi ISO/HACCP/SNI/PIRT, sebanyak 1.514 KUMKM untuk Sertifikasi Hak Merek dan 100 KUMKM untuk Sertifikasi Halal, serta 556 KUMKM untuk Sertifikasi Hak Cipta. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.