Nasional

Permintaan Barang Impor Masih Rendah, itu Dibuktikan Nilai Impor Turun Hingga 32 Persen, tapi Impor Barang Modal tetap Tumbuh 10,82%

Pipnes.co.id, Jakarta – Anjloknya impor pada Juli 2020 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan permintaan barang dan jasa di dalam negeri masih rendah. Hal tersebut tak lepas dipengaruhi dampak pandemi Covid-19. Menurut Kepala BPS Suhariyanto, nilai impor pada Juli 2020 merosot ke angka 32,55% menjadi hanya US$10,47 miliar dibandingkan periode sama sebelumnya, yakni US$15,52 miliar. “Jika dilihat impor secara tahunan, turunnya lumayan dalam yaitu sebesar 32,55%. Maka untuk kembali ke normal butuh waktu. Tidak mungkin pasca dihantam pandemi virus corona langsung membaik. Saya pikir tetap buuh waktu,” ujarnya dalam dalam video conference, Selasa (18/8).

Masih menurut Suhariyanto, menurunannya impor khusus terjadi pada impor migas yang mencapai 45,19% dari US$1,75 miliar menjadi US$960 juta. Selanjutnya impor nonmigas juga turun 30,95% dari US$13,77 miliar menjadi US$9,51 miliar. “Bila dicermati lebih lanjut, seluruh struktur impor menurut penggunaan barang terlihat merah pada Juli 2020. Konsumsi misalnya, turun 24,11% menjadi US$1,11 miliar secara tahunan,” andasnya lagi.

Demikian impor bahan baku atau penolong kata dia juga jatuh 34,46% menjadi US$7,39 miliar secara tahunan. Begitu pula impor barang modal mengalami penurunan 29,25% menjadi US$1,97 miliar secara tahunan. Sedangkan penurunan impor pun terjadi secara bulanan, sebesar 2,73% pada Juli 2020. Lmanjut Suhariyanto, jika dilihat impor pada Juni 2020 tercatat sebesar US$10,76 miliar. “Rinciannya, impor nonmigas turun 5,7 persen dari US$10,08 miliar menjadi US$9,51 miliar. Kemudian, impor migas masih naik sebesar 41,53% dari US$680 juta menjadi US$960 juta.

Leih lanjut jelas Suhariyano, strukturnya impor konsumsi tercatat turun 21,01% secara bulanan dan bahan baku atau penolong turun 2,5 persen secara bulanan. Namun impor barang modal berhasil tumbuh 10,82% secara bulanan. Sehingga menurutnya perlu diberikan perhatian khusus untuk penurunan impor bahan baku.

Secara keseluruhan, total nilai impor dari Januari – Juli 2020, turun 17,17% secara tahunan. Rinciannya, impor Januari – Juli 2019 tercatat sebesar US$98,24 miliar, sedangkan Januari – Juli 2020 hanya US$81,37 miliar.(esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button