Petambak Binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan Panen Udang 45 Ton  Per Hektar

Pipnews.co.id, Jakarta – Pembudidaya udang jenis vaname (Litopenaeus) di pesisir pantai Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berhasil panen dengan produktivitas  mencapai 45 ton udang per hektar. Itulah yang dialami Faisal Ali, seorang nelayan pembudi daya udang di daerah itu. Ia mengaku sebelum menggeluti budidaya udang, mendapat bimbingan tehnis melalui program magang di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Jawa Tengah.

Awalnya selama 4 siklus produksi yang ia jalani mengalami kegagalan panen. Lantas ia melakukan inisiatif magang tehnis di BBPBAP Jepara, disamping mendapat pembinaan langsung dari pembina dab penyuluh yang ada di sana. Faisal mengaku setelah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dari Balai Besar usahanya mulai berhasil dengan produktivitas tinggi.

“Dulu 4 musim tanam gagal terus. Tapi setelah mendapat pendampingan dan konsisten menerapkan SOP dari balai, Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Kami bisa panen hingga 45 ton perhektar, ini rekor yang sangat bagus,” kata Faisal, melalui siaran pers yang dilansir Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 28 Juli 2020.

Faisal menambahkan, tambak dengan luasan masing masing 1.600 meter persegi sebanyak lima petak diisi dengan kepadatan 200 ekor/m2 mampu menghasilkan panen total rata rata 7,5 ton perpetak dengan lama pemeliharaan 120 hari dan rata rata FCR (feed convention rasio) 1,25. Sedangkan ukuran panen udang size 30 per kg.

“Hasil memuaskan ini tentu menambah optimis kami dalam berbisnis budidaya udang. Kami di Sukabumi siap dukung program pemerintah untuk gencot produksi udang nasional. Saya juga mengucapkan terima kasih atas peran BBPBAP Jepara dalam melakukkan pendampingan tehnis hingga kami berhasil,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebiyakto dalam keterangannya di Jakarta (28/7) mengatakan, pihaknya optimis target peningkatan produksi udang sebesar 250 % ditahun 2024 bakal tercapai dengan mudah. Slamet juga memastikan program pengembangan udang telah menjadi program prioritas nasional sehingga lintas sektoral akan diminta suport sesuai kewenangannya.

“Kemaren pak Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sudah canangkan untuk garap 100.000 hektar tambak dalam lima tahun mendatang. Untuk merealisasikannya KKP dengan lintas sektoral terkait telah menyusun peta jalan untuk lima tahun ke depan. Jadi sudah jelas, dimana fokus pengembangan, berapa input yang dibutuhkan, siapa dan apa yang bisa dikerjakan masing masing sektor terkait,”  kata Slamet.

Slamet juga mengapresiasi keberhasilan panen oleh pembudidaya udang di Surade, Sukabumi sebagai titik awal harapan pencapaian target yang ada. “Saya kira inisiatif pembudidaya untuk menerapkan SOP yang.benar jadi modal sendiri jika ingin berhasil. Contoh keberhasilan di Surade ini bisa kita tularkan di daerah lain. Intinya masyarakat sudah mulai paham bagaimana menerapkan best management pracites dalam budidaya udang,” imbuhnya. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.