Platform Digital Gojek, Grab. Tokopedia dan Shopee Indonesia Digandeng Perluas Penyaluran KUR untuk UMKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Upaya Pemerintah memulihkan ekonomi nasional dilakukan dengan menyasar peran dan potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya dengan memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM melalui sejumlah mitra platform digital, yaitu Gojek, Grab Indonesia, Tokopedia dan Shopee Indonesia.

“Dalam rangka meningkatkan peran UMKM sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja pada masa pandemi Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembiayaan UMKM dengan memberikan kemudahan akses penundaan pembayaran serta menyediakan tambahan subsidi bunga sehingga murah meringankan UMKM melalui pelonggaran kebijakan KUR,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Air Langga Hartarto, saat acara Penyaluran KUR bagi UMKM Mitra Platform Digital di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta Rabu (23/9).

Airlangga menjelaskan, pelonggara kebijakan KUR tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan memperkuat daya beli (demand) dan produksi (supply). Pemerintah telah mengalakosikan anggaran PEN sebesar Rp 123,46 triliun dan anggaran penanganan Covid-19 sebear Rp 695,20 triliun pada tahun 2020. Program PEN tersebut mSih akan berlanjut hingga tahun 2021.

Pemerintah memberikan prioritas bagi pemulihan UMKM karena perannya yang strategis bagi perekonomian dimana kontribusi UMKM mencapai 61,1% terhadap.pertumbugan ekonomi nasional dan menyerap 97%tenaga kerja (216,9 juta tenaga kerja). “Pelonjakan kebijakan KUR tersebut berupa pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6%, sampai dengan Desember 2020, sehingga suku bunga KUR tahun 2020 menjadi 0 % untuk semua Skema KUR (KUR Super Mikro,  KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus dan KUR TKI,” kata Airlangga.

Pelonggaran kebijakan KUR adalah penundaaan angsuran pokok KUR dengan jangka waktu paling lama enam bulan, relaksasi ketwntuan restrukturisasi KUR dan relaksasi pemenuhan persyaratan adminstrasi dalam proses pengajuan KUR.

Selain itu. pemerintah juga menunda penetapan tarģet penyaluran KUR sektor produksi tahun 2020, yang sebelumnya ditetapkan sebesar 60%, sehingga penyaluran KUR untuk sektor perdagangan tidak dibatasi lagi maksimun 40%. Penundaaan penetapan target  sektor produksi ini rencananya  akan dilaksanakan sampai 2021 atau sewaktu waktu sesuai.perkembangan kondisi perekonomian.

Bentuk dukungan pemerintah terhadap UMKM selanjutnya, yaitu dengan membuat skema KUR baru, yaitu KUR Super Mikro. Sasaran utamanya ialah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau Ibu Rumah Tangga yang menjalankan usaha produktif.

Skema tersebut disalurkan dengan.suku bunga 0% sampai  dengan 31 Desember 2020. Pemerintah juga memberikan kemudahan persyaratan, seperti tidak ada jsminan tambahan dan minimum lama usaha calon penerima KUR dan digantikan dengan keikut-sertaannya dalam program pendampingan atau pelatihan.

Langkah langkah tersebut diharapkan, dapat memberikan penguatan bagi UMKM untuk bertahan dan bangkit pada masa pandemi Covid-19 . Pemerintah optimis bahwa.petekonomian Indonesia dapat tumbuh dan penyebaran Covid-19 dapat ditekan,” kata Airlangga.

Salah satu bentuk inplementasi penguatan UMKM adalah dengan penyaluran KUR yang pada kesempatan ini diwakilkan kepada tiga Bank Penyalur, yaitu BRI, BNI dan Mandiri. Penyaluran KUR bagi UMKM Platform Digital ini secara daring disaksikan sekitar 1.000 UMKM Platform Digital. Selanjutnya secara bertahap penyaluran KUR Digital ini akan diperluas oleh 42 lembaga penyalur lainnya.

Mengutip siaran pers, realisasi KUR yang disalurkan sampai dengan 18 September 2020 tercarat sebesar Rp 111,21 triliun (58,53% dari target penyaluran KUR tahun 2020 Rp 190 triliun). (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.