Rancangan Perpres Pengelola TPI Oleh Koperasi, Diharapakan Selesai 2018 Ini

Pipnews.co.id, 13 Agustus 2018

Apabila tidak ada aral melintang, maka Rancangan Perpres (R.Perpres) Pemberdayaan Koperasi sebagai Pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) akan selesaim pada tahun 2018.

Hal itu dikatakan oleh Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan Kementerian Koperasi dan UKM, Devi Rimayati dalam pengarahannya pada Sosialisasi Penyelenggaraan Perikanan oleh Koperasi Perikanan di Semarang pekan lalu.
Kata dia, rancangan P. Perpres yang di inisiasi Kementerian Koperasi dan U&KM ini, tak lepas dari cikal bakal berdirinya Koperasi Unit Desa (KUD) Mina pada 1974. Saat itu sekumpulan nelayan dibentuk untuk menfasilitasi jual beli ikan di pelabuhan.

Bertahun-tahun kemudian terus tumbuh hingga pelabuhan ikan kian berkembang mencapai 5 pelabuhan besar, 13 pelabuhan nusantara, 46 pelabuhan pantai, dan 51 pangkalan pendaratan ikan.

Masa jaya Koperasi Perikanan atau KUD Mina dinikmati nelayan mulai 1997 usai ada SKB (Surat Keputusan Bersama) Tiga Menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Koperasi, dan Menteri Pertanian yang pada pasal 4 menunjuk KUD sebagai penyelenggara TPI.

Saat itu, jumlah Koperasi Perikanan di seluruh Indonesia mencapai 144 KUD Mina dan kesejahteraan nelayan begitu diperhatikan oleh pengurus KUD mulai dari asuransi nelayan sampai santunan. Sehingga motto masyarakat perikanan saat itu adalah nelayan sejahtera bila koperasi maju.

Namun setelah 2010 ketika TPI mulai dikelola UPTD (Unit Pengelola Teknis Daerah) karena terkait aturan retribusi daerah, maka satu demi satu KUD Mina pun layu, hidup segan mati tak mau, karena kehilangan bisnis utamanya.
Rancangan Perpres Pengelolaan TPI oleh Koperasi Perikanan, dimulai pada 2015. Kala itu, masih berupa usulan Kemenkop dan UKM, lalu dibahas dengan 9 instansi terkait di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, serta praktisi KUD Mina.

“Diharapkan pada 2018, Perpres ini bisa ditandatangani Presiden, untuk selanjutnya dilakukan penyesuaian peraturan-peraturan di bawahnya,” ujarnya.

Roby Arya Brata Asisten Deputi Bidang Perniagaan, Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan, Sekretariat Kabinet, mengatakan, Rancangan Perpres sudah di meja Presiden yang diserahkan langsung Menseskab Pramono Anung.

“Kami terus memonitor, mudah-mudahan segera bisa ditandatangani, “ ujarnya. Ia menambahkan tak semua koperasi perikanan (Mina) bisa mengelola TPI. Hanya yang sehat dan memenuhi persyaratan saja yang akan dipercaya mengelola TPI.

Sementara itu, Bambang Sugianto dari KKP mengatakan, pihaknya tidak bisa menyerahkan begitu saja pengelolaan TPI yang dikelolanya melalui dinas Pemda kepada koperasi perikanan. ”Selama ini sudah diatur dalam UU otonomi, pengelolaan TPI bisa dilakukan oleh Pemda melalaui UPTD setempat,,” katanya.

Terlebih KKP sudah memiliki standar KKP yang harus higienis, bersih dan sehat. Area-area dalam TPI juga sudah harus dipisah, misalnya area bongkar, area pembersihan dan, pelelangan . “Koperasi bisa masuk misalnya sebagai pemasok es dalam TPI,” ujarnya.

Kadinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Santoso mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah TPI mau dikelola Kopersi Perikanan atau UPTD, sepanjang pengelolalannya bisa memberikan manfaat pada semuanya, baik itu nelayan aupun Pemda.
“Memang yang terasa kurang sekarang adalah, para bakul tidak semua memiliki uang tunai, tidak seperti dulu dikelola koperasi, dalam hal ini masuklah perbankan untuk mendanani para bakul. Nah kelebihan dan kekurangan itu yang bisa kita bahas bersama-sama,” ujarnya.

Kadinas Koperasi dan UKM Jateng, Emma Rachmawati mengatakan, kalaupun Koperasi Perikanan nantinya dipercaya mengelola TPI, ada PR besar yang harus dikerjakan yaitu pembenahan internal koperasi atau revitalisasi koperasi perikanan.
“Selama ini harus diakui, image koperasi masih belum sepenuhnya baik, banyak pengurus yang maunya untung sendiri sehingga sampai ada anekdot KUD itu singkatan dari Ketua Untung Duluan. Juga manajemen koperasi yang amburadul, teknologi yang tertinggal dan sebagainya,” tuturnya. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.