Nasional

Rencana Holding BUMN Ditolak Serikat Pekerja Pegadaian, tapi Soal  Sinergi Pelayanan Ultra Mikro dan UMKM Oke

Pipnews.co.id, Jakarta – Serikat Pekerja PT Pegadaian (Persero) menolak rencana pencaplokan dengan skema holding atau akuisisi uang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Meski demikian. Serikat Pekerja Pegadaian mendukung penuh terkait dengan adanya rencana keinginan pemerintah untuk melakukan sinergi sektor ultra mikro oleh Kementerian BUMN.

Ketua Serikat Pekerja  PT Pegadaian Ketut Suhardiono mrngatakan elemem karyawan merasa resah dengan wacana akuisisi stau holding Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) oleh BRI. “Serikat Pekerja Pegadaian mendukung sinergi Kredit Ultra Mukro yang diwacanakan  Kementerian BUMN. Namun kami menolak akuisisi karena Pegadaian ada perusahaan yang sehat,” kata Ketut dalam siaran pers di Jakarta (2/12).

Dia menuturkan, belum ada sikap pernyataan resmi dari Pegadaian. Namun serikat pekerja sudah melakukan Musyawarah Nasional (Munas) di Solo beberapa waktu lalu. Salah satu hasil Munas yaitu menolak wacana holding atau akuisisi.

Ketut menyampaikan ada pertimbangan atas penolakan tersebut, yakni soal eksistensi Pegadaian sejak 1901. Sejak berdiri hingga saat ini, katanya Pegadaian telah banyak memberikan kontribysi   untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Selain itu juga layanan dan produk yang dimiliki Pegadaian itu sangat spesifik dengan kultur nasabah yanf berbeda. Basis produk pegadaian adakah layanan gadai syariah dan konvensional. “Pegadaian melayani seluruh lapisan masyarakat kelas atas dan “wong cilik” atau pelosok desa. Penolakan Serikat Pekerja Pegadaian ini bukan tanpa alasan dan pertimbangan,” tegas Ketut.

Sekadar tahu saja, Serikat Pekerja Pegadaian terdapat di 12 Kantor Wilayah dan 1 DPD Kantor Pusat yang memiliki lebih 4.000 outlet. Adapun total karyawan Pegadaian se Indonesia sekitar 15.000 orang.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir kembali menyinggung sinergi perbankan dan perusahaan pembiayaan untuk mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR-RI dengan Kementerian BUMN (30/11), Erick Thohir menjelaskan, bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/BRI kini difokuskan untuk korporasi kecil, khususnya ultra mikro dan UMKM.

Pada saat yang sama keberpihakan bisnis ultra mikro dari perusahaan pembiayaan PT Permidalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian juga perlu dikembangkan. “Sangat tidak fair kalau kita misalnya membantu korporasi besar dengan bunga 9 persen, tetapi PNM harus lebih mahal. Bukan salah PNM, tapi akses dananya mahal. Oleh karena itu, kita mau sinergikan dengan platform yang ada di BRI,” kata Erick waktu itu dihadapan Komisi VI DPR-RI. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button