Saat Membuka Rakornas Dekopin Kemenkop dan UKM Tanyakan Soal Evaluasi Pelaksanaan Tugas dan Rekomendasi Hasil Kongres Koperasi 2017

Pipnews.co.id, Semarang – Sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan dunia perkoperasian di tanah air, Kemenkop dan UKM meminta Dekopin untuk memantau dan mengevaluasi sejauh mana  pelaksanaan empat tugas pokok yang diemban Dekopin. Selain itu implementasi dari rekomendasi Kongres Koperasi di Makassar juga harus dievaluasi untuk memastikan program yang telah disusun berjalan sesuai yang ditargetkan.

Mengingat Dekopin merupakan partner utama pemerirntah dalam mengembanngkan koperasi. terkait program yang digulirkan pemerintah yaitu reformasi total koperasi yang mencakup rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi,  itu juga merupakan  tujuan  kita bersama.

Demikian disampaikan Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring dalam sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional (rakernas) Dekopin Tahun 2018 yang berlangsung di Semarang, Jumat, (12/10).

Selain itu Meliadi yang mewakili Menteri Koperasi yang berhalangan hadir karena masih kunjungan kerja di Bali, menanyakan kepada Dekopin tentang pelaksanaan tugas yang diemban sesuai yang tercantum dalam UU 25/1992, apakan sudah sejauh mana dan evaluasinya seperti agaimana. Selain itu, Dekopin juga diminta mengevaluasi implementasi dari hasil Kongres Koperasi di Makassar pada 2017 lalu.

Adapun yang dimaksud Meliadi terkait program kerja yang meliputi empat tugas yang diemban Dekopin. Pertama, memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi Koperasi. Kedua, meningkatkan kesadaran berkoperasi di kalangan masyarakat. Ketiga, melakukan pendidikan perkoperasian bagi anggota dan masyarkat. Keempat, mengembangkan kerja sama antar Koperasi dan antara Koperasi dan dengan badan usaha lain.

Terkait kepengurusan Dekopin masa bakti 2014-2019, Meliadi juga mengatakan, meski hanya tinggal setahun, namun banyak yang bisa dilakukan Dekopin khususnya untuk membuat program setahun ke depan dan juga meletakkan landasan untuk kepengurusan 2019-2014, untuk memastikan insan koperasi bisa menjadi pelaku usaha yang sejajar dengan badan usaha lain.

“Misalnya tugas memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi koperasi. Statemen ini kelihatan sederhana tapi makanya sangat luas,” kata Meliadi.

Lebih lanjut Meliadi pun berpesan agar koperasi mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Misalnya dalam hal pasar, dimana anggota koperasi pada dasarnya adalah captive market yang bisa digarap. Kata dia misalnya satu koperasi anggotanya 10 ribu orang. Pengurus koperasi yang jeli, akan bisa menyediakan segala keburuhan ekononi anggotanya, mulai dari kebutuhan finansial, perumahan, pangan dan sebagainya. “Ini sangat memungkinkan dan harus dilakukan, dan itu akan mampu mendorong pertumbuhan perkoperasian kita,” tandasnya.

Sejumlah Tantangan Sebelumnya  Ketum Dekopin Nurdin Halid mengatakan kepengurusan 2014-2019 sudah memasuki tahap terakhir. “Tentu jadi pertanyaan seberapa jauh program munas dilaksanakan dengan baik, dan ini yang akan kita bahas dalam rakernas ini,” katanya.

Nurdin menegaskan, forum rakernas juga harus bisa memberikan masukan renstra 2019- 2024. Nurdin menambahkan dengan jumlah  153.171 badan usaha koperasi dan  anggota 26 536.540. orang, sebenarnya koperasi merupakan kekuatan struktural kelembagaan dan keanggotaan yang dasyat.

“Pertanyaannya apakah potensi ini sudah menjadi kekuatan ekonomi, jawabnya belum. Tapi bagi kita ini merupakan tantangan bagi kita untuk membuat pengurus koperasi semakin giat,”ujar Nurdin.

Tantangan yang lain kata dia adalah, generasi muda atau kaum milenial yang mungkin masih kurang pemahaman mengenai koperasi. Untuk itu, Nurdin berpesan Dekopin tak boleh tutup mata tethadap perkembangan dinamika politik dalam negeri. “Kita harus pilih anggota dewan yang mengerti koperasi, termasuk dalam memilih presiden sekalipun. Tantangan lain, bagaimana Dekopin ikut serta dalam membangun peradaban, yang diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur, yang akan mempermudah hubungan antar daerah satu dengan yang lain.

Tantangan lainnya adalah dalam hal penciptaan lapangan kerja. Dalam hal ini Dekopin mengakui, belum membuat pemerintah bergeming untuk membuka lapangan kerja melalui koperasi. Selanjutnya Dekopin juga berkomitmen untuk memperjuangkan terciptanya sembako murah.

“Hal lini karena pangan adalah politik negara. Karena itu sembako murah merupakan hal teknis yang harus diperjuangkan koperasi,” kata Nurdin.

Hal yang tak kalah penting adalah, penyediaan perumahan oleh koperasi bagi anggotanya. Kemudian tantangan terakhir menurut Nurdin adalah revolusi industri yang kini dikenal sebagai 4.0, dimana dunia digital sudah menjadi bagian dalam kegiatan perekonomian.

Hadir dalam acara itu Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, Ketua Dewan Pengawas Marjito, Ketua Majelis Pakar Sularso, pengurus induk-induk koperasi, Dekopinwil Selindo. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.