Nasional

Saatnya Kini Koperasi Masuk Pasar Modal, Kemenkop UKM pun Mendorong Langkah Tersebut

Pipnews.co.id, Jakarta – Langkah Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) mendaftarkan anak usahanya (perusahaan asuransi) di lantai bursa, sepertinya telah menjadi tonggak sejarah bagi koperasi lain untuk mengikuti jejaknya.

Mencermati hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) pun terus mendorong koperasi bisa melantai di bursa saham nasional, Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk itu pihak Kemenkop terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat koperasi dengan maksud memberikan informasi yang berkaitan dengan regulasi kepasarmodalan bagi koperasi.

Seperti pekan lalu sosialisasi yang bertemakan “Peluang Pendanaan Bagi Koperasi dan UMKM untuk dapat mengakses Pasar Modal” telah dilakukan di Provinsi Riau. Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri pihak-pihak terkait yang konsen dengan hal dimaksud dan pelaku UKM.

Mereka antara lain, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Irianto, Kepala Bidang Pasar Modal Temmy Satya Permana, pihak Universitas Bakrie DR Suwandi, dan 35 KUMKM potensial yang berada di Provinsi Riau.

Asisten Deputi Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Willem H Pasaribu mengungkapkan, sosialisasi tersebut memang untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pasar modal bagi koperasi. “Kita memang terus melakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait regulasi di bidang pasar modal bagi koperasi dan usaha menengah, serta untuk melihat peluang pendanaan lain bagi koperasi,” ungkapnya pada media usai acara di Pekanbaru, Kamis (19/7).

Willem menambahkan, pada sosialisasi tersebut mendiskusikan dan membahas hal-hal penting terkait dengan peluang pendanaan bagi koperasi untuk dapat masuk ke dalam pasar modal. Diantaranya, koperasi dapat mencari alternatif sumber pembiayaan yang bersifat utang, baik dari bank maupun nonbank dengan pertimbangan benefit yang akan diperoleh harus lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan.

Masih lanjut Willem, bagi koperasi yang memerlukan pendanaan relatif besar dan berjangka menengah dan panjang, koperasi dapat memanfaatkan sumber pembiayaan dari Pasar Modal. Dalam konteks Pasar Modal jelas Willem, semangat serta komitmen industri pasar modal untuk berpartisipasi dalam upaya pengembangan KUMKM di Indonesia secara tegas tersurat dalam Penjelasan Umum dari Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. “Dimana disebutkan bahwa peran pasar modal dalam pembangunan nasional adalah sebagai salah satu sumber pembiayaan dunia usaha dan sebagai wahana investasi bagi masyarakat,” jelasnya.

Namun Willem juga mengungkapkan masih ada beberapa kendala yang dialami koperasi untuk masuk ke pasar modal (obligasi). Misalnya istilah obligasi belum familiar bagi kalangan pengurus/pengelola koperasi. Padahal alternatif pendanaan bisa diakses dari mana saja termasuk pasar modal.

“Memang alternatif pendanaan yang ada selama ini dipandang relatif lebih mudah diakses meskipun biaya mendapatkannya tidak lebih murah dan beberapa regulasi terkait yang perlu diselaraskan”, pungkasnya. (Slamet AW).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button