Sekjen Dekopin : Lapenkop Dituntut Bekerja Lebih Proaktif dan Mandiri

Pipnews.co.id, Jakarta – Lembaga Pendidikan Koperasi (Lepankop) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dituntut bekerja lebih proaktif dan mandiri dalam melaksanakan aktivitasnya. Begitu ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dekopin Neddy Raynaldi kepada Pipnews.co.id, seusai mengadakan Rapat Koordinasi dengan para pelaksana Lapenkop Nasional di kantor Dekopin pada 12 Maret 2018.

Kata Neddy, seiring dengan semakin menciutnya anggaran yang diterima dari pemerintah untuk pelaksanaan pendidikan koperasi, maka mau tidak mau ke depan ini Lapenkop harus mampu lebih mandiri mencari solusi untuk pembiayaannya.

“Kita, memang tidak selamanya bisa mengandalkan pembiayaan dari APBN untuk pelatihan dan pendidikan koperasi. Maka itu harus dicari jalan keluarnya, bagaimana supaya Lapenkop, baik ditingkat Dekopin pusat, Dekopinwil/Provinsi maupun Dekopinda Kabupaten dan Kota dapat tetap berfungsi sebagai pelaksana pelatihan dn pendidikan koperasi,” ujar Neddy.

Sesungguhnya lanjut dia, banyak cara untuk memfungsikan Lapenkop tanpa harus mengandalkan dana APBN. Sebagai contoh, Neddy menunjuk dana pendidikan koperasi yang ada di masing-masing koperasi yang disisihkan dari pendapatan Sisa Hasil Usaha (SHU), sejatinya itu bisa dimanfaatkan.

“Persoalannya, bagaimana para personil Lapenkop dapat bernegosiasi meyakinkan para pengurus koperasi untuk dapat memanfaatkan dana pendidikan koperasi dimaksud dengan Lapenkop sebagai pelaksananya. Jika hal itu bisa dilaksanakan, niscaya Lapenkop tidak kekurangan dana untuk melaksanakan aktivitasnya,” ujar Neddy.

Kecuali itu pelatihan dan pendidikan koperasi itu juga dapat dilaksanakan dengan cara bermitra pihak ketiga, imbuh Neddy lagi.

Sementara itu, Plt Direktur Lapenkop Nasional Arifuddin mengatakan pada tahun kerja 2018 ini Lapenkop Nasional mendapat tugas pelaksanaan pelatihan dan pendidIkan koperasi dengan dukungan dana dari APBN Dekopin.

“Secara rinci kegiatan itu dibagi dalam dua katagori. Yang pertama untuk Program Pendidikan Anggota (PAg) sebanyak 250 paket dan kedua, Pelatihan Pemandu Dasar (PPD) sebanyak 28 paket,” tutur Arifuddin.

Menurut Arifuddin, Lapenkop Nasional yang berkantor pusat di komplek/Kampus Ikopin di Jatinangor Sumedang, Jawa Barat memiliki personil sebanyak 13 orang. Sementara para pelatih dan pemandu Lapenkop yang tersebar di seluruh Dekopinwil dan Dekopinda se Indonesia tercatat sebanyak 2400 orang.

Terkait dengan apa yang diarahkan oleh Sekjen Dekopin agar Lapenkop lebih mandiri, disambut baik Arifuddin. Bahkan kata dia, selama ini sebagian dari Lapenkop di tingkat Dekopinwil maupun Dekopinda sudah kerab melaksanakan pelatihan dengan cara bekerjasama pihak ketiga.

“Bahkan tak jarang Dinas Koperasi dan UKM di beberapa daerah justru memanfaatkan keberadaan Lapenkop sebagai pelaksana pelatihan dan pendidikan koperasi di daerah setempat,” ujar Arifuddin. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*