Selama Masa Covid-19 Pembiayaan UMKM Kesehatan dan Pangan Melalui Fintech juga Naik

Pipnews.co.id, Jakarta – Selama pandemi Covid-19 penyaluran pembiayaan dari platform penyelenggara financial technologi (fintech) untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kesehatan dan pangan ikut meningkat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah, bahwa selama masa wabah Covid-19 ini, secara umum penurunan terjadi hampir pada sebagian besar platform penyelenggara Fintech P2P Lending. Namun ada beberapa sektor yang terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan, seperti distribusi pada healthcare, utamanya pada UMKM farmasi, obat-obatan dan alat pendukung kesehatan.

Demikian juga di sektor yang terkait distribusi pangan, produk agrikultur, makanan kemasan, memiliki perkembangan yang positif. Masih kata Kuseryansyah, bahwa di masa wabah Covid-19 ini, ada beberapa platform yang tetap mencatatkan pertumbuhan pencairan. Tidak lain adanya kekuatan inovasi produk dan adaptasi dari artificial intelligent (credit scoring) dalam pengelolaan risiko. Dimana mereka masih mencatatkan pertumbuhan spektakuler hingga lebih dari 100%. “Tentu hal ini dimungkinkan karena dukungan dari lender mereka baik, institusional maupun individual,” ujar ujarnya di Jakarta, Selasa (2/6).

Masih lanjut dia, sektor telekomunikasi dan online ecosystem yang menjadi layanan juga semakin banyak digunakan untuk mendukung kehidupan sehari-hari, dan berpotensi pula berkembang terus seiring pergeseran perilaku konsumsi masyarakat.

Adapun menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akumulasi penyaluran pinjaman melalui fintech lending selama April 2020 mencapai Rp 106 triliun, atau naik 186,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp37,01 triliun. Demikian akumulasi rekening nasabah peminjam atau borrower selama April 2020 juga mencapai 24,77 juta entitas, atau naik 218,75% dibandingkan periode April 2019 sebanyak 7,77 juta entitas.

Namun akumulasi terseut masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yakni sebanyak 20,36 juta entitas pada periode April 2020. Sedangkan di luar Pulau Jawa pada periode sama mencapai 4,4 juta entitas. Sedangkan akumulasi transaksi nasabah peminjam selama April 2020 tercatat sebanyak 125,8 juta akun, atau naik 389,7% dibandingkan April 2019 yang sebanyak 25,68 juta akun. (saw/Dbs).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.