Selamat Jalan Pejuang Koperasi Indonesia

Pipnews.co.id, Solo – Gerakan Koperasi Indonesia hari ini berduka. Seseorang yang hampir seluruh hidupnya diabdikan untuk perkoperasian telah berpulang. Dialah Sularso Martodiwirjo, pria kelahiran Solo 83 tahun yang lalu atau tepatnya lahir pada 12 Februari 1937, dari seorang ayah anggota dan pengurus koperasi batik. Menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (13/9) jam 05.25 di RSUI Kustati Surakarta.

Kiprah almarhum (alm) di jagad perkoperasian Indonesia, dimulai setelah menamatkan sekolah menengah, lalu meneruskan pendidikan di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, masuk sebagai mahasiswa Fakultas Hukum. Namun kemudian pindah ke Fakultas Pedagogik jurusan pendidikan sosial, karena pada saat itu ada perubahan organisasi universitas. Tepatnya pada 1967 ia menyelesaikan pendidikan pada IKIP Yogyakarta, yang sekarang menjadi Universitas Negeri Yogyakarta.

Persisnya sejak masih mahasiswa (1962) Sularso muda sudah masuk menjadi pegawai instansi Pembina Koperasi, tepatnya di Departemen Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa (Transkopemada). Beliau langsung ditugaskan sebagai Kepala Sekolah Koperasi Menengah Atas (Skopma) yang didirikan di Solo. Selanjutnya pada 1966 pindah ke kantor pusat di Jakarta pada staf Direktorat Penyuluhan Koperasi.

Karir beliau pun cukup bening, sehingga pada 1973 dipercaya menjadi Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi di Jawa Timur selama 5 tahun. Selanjutnya kembali ke Jakarta dengan posisi makin mentereng, yakni sebagai Direktur Penyuluhan Koperasi dan Kepala Pusat Latihan dan Pendidikan Koperasi (Puslatpenkop). Setelah lima tahun duduk di Eselon II, pada 1983 diangkat menjadi Direktur Jenderal Koperasi yang membidangi pembinaan usaha, kelembagaan koperasi, dan koperasi pedesaan. Jabatan Struktural Eselon I pun diembannya selama 12 tahun.

Selanjutnya pada 1995 dipercaya menjadi widyaiswara pada Pusat Pendidikan dan Latihaan Koperasi (Pusdiklat) sampai memasuki masa pensiun. Tepatnya alm mengabdi di lingkungan Kementerian Koperasi selama 40 tahun hingga pada 2002 purnabakti. Selama pengabdiannya di instansi pembina koperasi, beliau banyak melakukan kunjungan dan menghadiri seminar koperasi di luar negeri, antara lain di Jerman, Perancis, Swiss, Swedia dan Finlandia. Juga ke nagara kawasan Asia seperti Malaysia, Thailand, Singapore, Philippine dan Myanmar, Sri Lanka, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, serta Amerika Serikat.

Almarhum juga pernah menjadi Ketua Koperasi Pegawai Departemen Koperasi (KPDK) dan Ketua (care taker) Pengurus Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) yang pada waktu itu mengalami kesulitan. Selanjutnya menjadi Penasehat GKBI Investment, Penasehat Induk Koperasi Kredit (Inkopdit), Penasehat Dekopin, dan hingga sekarang pun masih aktif sebagai Ketua Majelis Pakar Dekopin.

Di luar koperasi, almarhum juga aktif dalam organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan kegiatan kesejahteraan sosial pada organisasi Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS).

Dedikasi beliau banyak mendapat pengakuan dari para pengurus koperasi dan organisasi gerakan koperasi. Seperti diungkapkan pratisi koperasi besar di Jawa Timur, politisi dan Ketua Umum Dekopin Sri Untari. Menurutnya, Indonesia kehilangan sosok pemikir dan pejuang koperasi yang gigih hingga akhir hayatnya. “Terlepas banyak pro dan kontra dengan pemikiran beliau, tapi konsistensinya berkoperasi tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Masih menurut pandangan Sri, Sularso adalah tokoh senior dengan rekam jejak tinggi. Dalam forum-forum resmi, ia suka menyentil dengan melemparkan persoalan seputar koperasi dan membuat orang mengernyitkan dahi. Namun dengan gayanya itu, kemudian mendorong orang untuk berpikir makin kritis. “Terima kasih telah mendarma-baktikan sepanjang usia beliau di koperasi. Dekopin berduka cita mendalam, tapi kami akan terlecut dengan kepergian beliau untuk lebih membangkitkan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat. Selamat jalan senior, semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal baiknya, aamiin,” ujarnya.

Senada Sri Kuntari, Pengurus Induk Koperasi Kredit Indonesia(Inkopdi) seperti disampaikan Vincentinus Repu, juga menyampaikan bela sungkawa mendalam. Kebetulan pada hari ini, Minggu (13/9), menurutnya Inkopdi tengah menggelar RAT Nasional (RATNAS) secara virtual. Masih kata dia bahwa segenap insan Kopdit se Indonesia juga mendoakan atas berpulangnya alm Sularso.

Rasa kehilangan atas kepergian beliau, juga diungkapkan Ketua Umum Induk Koperasi Wanita (Inkopwan) Isminarti Tarigan. Bahwa gerakan koperasi telah kehilangan seorang yang secara konsisten terus berusaha mendorong kemajuan koperasi Indonesia. Menurutnya, Sularso adalah tokoh dibalik Undang Undang No 25/1992 Tentang Perkoperasian. Almarhum merupakan seorang pemikir yang terus berupaya, agar koperasi Indonesia tidak tumbuh kecil-kecil, tetapi cepat berkembang menjadi besar, dan bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan raksasa baik di negara ini bahkan di dunia.

Isminarti menambahkan, meski sering berbeda pendapat tentang konsep bagaimana cara mendorong perkembangan koperasi. Tetapi katanya, alm tetap menghargainya dengan pendapatnya sendiri. Setiap kali ke Jatim lanjut Isminarti, Sularso selalu mencari dirinya. Selain itu alm juga tidak pernah merasa lelah dengan perjuangannya. Meski sering mengatakan tidak punya harapan terhadap koperasi Indonesia saat ini, yang dianggap lamban dan tidak mampu bersaing.

“Tapi saya yakin pernyataan beliau itu merupakan gaya beliau untuk menyemangati para pegiat koperasi. Agar lebih keras lagi berusaha unt memajukan koperasinya. Selamat jalan bapak Sularso Martodiwirjo, selamat jalan sang pejuang koperasi. Semoga Allah SWT menerima perjuangan bapak sebagai amalan baik untuk membawa bapak ke tempat yang terbaik di sisiNya,”urainya.       

Ucapan selamat jalan dan doa juga disampaikan Ketua Umum IKPI Wibisono Wiyono, Irsyad Muchtar Pimpinan Umum dan Redaksi Majalah Peluang dan Jabarudin Johan Kolumnis Perkoperasian. (PR).

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.