Seskemenkop dan UKM: Hentikan Stigmatisasi Negatif Terhadap Koperasi

Pipnews.co.id, Jakarta – Tak dipungkiri sepanjang 2015 – 2020 sekitar 34 kasus hukum yang menerpa lembaga keuangan di Indonesia, seperti investasi bodong, gagal bayar dan sebagainya. Ingat dari jumlah kasus tersebut, hanya ada 8 koperasi yang tersangkut, sedangkan yang bukan koperasi ada 25 kasus. Tapi mengapa telunjuk masyarakat hanya tertuju pada koperasi.

Untuk membatalkan beberapa pihak, stigmatisasi negatif atau buruk terhadap koperasi. Tidak ada yang suka kerja sama, tidak maju, semrawut, jadul, dan sebagainya. Justru koperasi dapat hidup sampai sekarang dari masa ke masa sejak Revolusi Industri di abad 18.

Terkait naik turunnya bisnis koperasi, terutama di tengah pandemi Covid-19, juga terkait seluruh bisnis termasuk korporasi. Intinya jangan hanya melihat sisi buruknya saja dari koperasi. Sisi baik dan manfaat koperasi jauh lebih besar lagi yang sudah dinikmati masyarakat. Sementara saat ini merupakan momentum emas bagi bangkit dan tumbuhnya koperasi di Indonesia.

 Ketika sebagian besar usaha berguguran karena sebagian besar menyangkut bahan baku, maka sebagian besar bagi koperasi dan UMKM untuk mensuplai bahan baku sebagai substitusi impor. Demikian diungkapkan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan, pada hari peringatan Koperasi ke-73 dan Hari UMKM Nasional ke-5, di Jakarta, Senin (13/7).

Prof Rully menambahkan, saat ini di seluruh dunia, membuat sistem ekonomi kolaboratif dan berbagi ekonomi. Sistem itu menurutnya adalah koperasi. Maka, ini merupakan momentum yang bagus untuk membangun ekonomi bangsa berdasarkan koperasi. Bagi Prof Rully, koperasi juga merupakan kekuatan agregasi yang mendukung ekonomi bagi UMKM. “Koperasi memiliki filosofis yang kuat sebagai sistem ekonomi bangsa,” tandasnya.

Masih lanjut Prof Rully, lanjut lagi saat ini koperasi telah memiliki lembaga pembiayaan khusus untuk koperasi, yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM. “Ini langkah besar dari Menteri Koperasi dan UKM yang sudah mengeluarkan Permenkop khusus untuk pembiayaan koperasi,” jelas Prof Rully lagi.

Dalam kesempatan yang sama, mantan penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang kini diundang sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, yang ikut serta dalam acara online, memberikan penghargaan dan kerja sama Kemenkop dan UKM yang melakukan tugas hari Koperasi ke-73.

Bintang juga mengundang untuk mendukung dalam kegiatan Kementerian PPPA, terutama dalam pemberdayaan ekonomi kaum perempuan. “Sesuai arahan dari Presiden RI untuk memberdayakan jiwa dan semangat kewirausahaan yang lebih besar, di antara kaum ibu dan perempuan,” pungkasnya. (Esawe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.