Setelah Kospin Jasa dan Kopdit Obor Mas, KSP Guna Prima Dana pun Dipercaya Jadi Penyalur KUR

pipnews.co.id, Jakarta – Perlahan dan pasti koperasi yang berkesempatan sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus bertambah. Sebelumnya Kospin Jasa (Pekalongan) dan Kperasi kredit (Kopdit) Obor Mas (Maumere, NTT), pada awal 2019 ini tambah satu lagi yaitu KSP Guna Prima Dana asal Badung, Bali.

Bila dibanding dua koperasi yang lebih dulu sebagai penyalur KUR, koperasi di Pulau Dewata itu waktunya relatif cepat dalam pemenuhan syarat kelengkapan sebagai penyalur, yakni hanya empat bulan.

Untuk memenuhi syarat-syarat tersebut, KSP Guna Prima Dana telah dinilai oleh tiga tim dari Deputi Pembiayaan, Deputi Kelembagaan, dan Deputi Pengawasan. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Menteri Koperasi (Kepmenkop) dan UKM Nomor 14/2016 tentang KSP sebagai penyalur KUR. Demikian disampaikan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/3).

Yuana menambahkan, KSP Guna Prima Dana sebagai koperasi primer Kabupaten sudah lolos dari semua prosedur sebagai penyalur KUR. Dengan demikian bisa melayani anggotanya dengan dana yang dimiliki interen koperasi dan bunganya disubsidi pemerintah sehingga bunga yang diterapkan pada peminjam 7% persen pertahun. “Tahun ini, KSP Guna Prima Dana akan mendapat plafon Rp 8,5 miliar. Sebagai tahap awal akan disalurkan kepada 100 usaha mikro anggota koperasi sejumlah Rp 2,5 miliar,” kata Yuana.

Masih jelas Yuana pihaknya akan terus memunculkan koperasi-koperasi sebagai penyalur KUR. Meski tidak harus besar dan yang penting sehat likuiditasnya, sesuai ketentuan dan syaratnya dipenuhi. Misalnya LDR, biaya operasional, NPL di bawah 5 persen, manajemen yang bagus. “Pokoknya seluruh aspek kita nilai. Kalau sudah menjadi penyalur KUR berarti koperasinya sehat,” tegasnya lagi.

Yuana meyakini, penyaluran KUR KSP Guna Prima Dana akan didominasi sektor produktif. Pasalnya, Anggota KSP Guna Prima Dana sebanyak 513 orang merupakan pelaku usaha yang bergerak di sektor perajin, petani kopi, pertanian, perkebunan, holtikultura, pangan, jasa pariwisata, dan sebagainya.

“Mereka tumbuh sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Bali. Diharapkan daya tarik anggota akan terus bertambah, termasuk daya tarik sebagai penyalur KUR dengan bunga murah 7%,” tandas Yuana.

Pada kesempatan tersebut Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM. Suparno, menegaskan bahwa untuk bisa menjadi penyalur KUR, setidaknya koperasi harus sehat organisasi hingga sehat permodalannya. “Secara keseluruhan kita memberikan penilaian sebagai salah satu syarat. KSP harus menyalurkan dan melayani secara selektif untuk anggota yang potensial,” tagas Suparno.

Suparno juga mengingatkan agar sebagian keuntungan koperasi untuk biaya pelatihan para anggotanya. Menurutnya poin pendidikan bagi para anggota itu sangat penting. Sebab kata dia, besarnya koperasi di luar negeri karena adanya pendidikan.

Sementara itu, Ketua KSP Guna Prima Dana, I Wayan Teja, menyambut baik kebijakan dari pemerintah yang memberikan kesempatan koperasinya menyalurkan KUR. “Adanya KUR ini tentu mereka akan mendapat manfaat secara langsung karena mendapat bunga yang lebih rendah, hingga lebih berani dan lebih banyak lagi mengakses permodalan. Dampaknya para anggota kami bisa meningkatkan kapasitas usahanya melalui KUR,” uangkapnya.

Manager KSP Guna Prima dana I Wayan Suyatna menambahkan, bila plafon Rp 8,5 miliar sesuai target di Semester II, maka plafon KUR akan ditambah. Selain itu, aku Wayan Suyatna, pihaknya akan lebih menyasar sektor produktif dalam menyalurkan KUR.

“Saat ini, proses baru mulai dan kita akan fokus pada KUR Mikro sebesar Rp 25 juta. Ke depan, kita akan menyasar KUR Kecil dengan maksimal pinjaman sampai Rp 500 juta. Sekarang masih fokus wilayah Kabupaten Badung. Nantinya akan kita tingkatkan untuk seluruh wilayah Bali,” pungkasnya. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.