Nasional

Sinergi Kemendag dan Pelaku Usaha Perkuat UKM Indonesia untuk Ekspor, Berjaya di Pasar Global

Pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Pelaku Usaha untuk memperkuat Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia agar bisa melakukan  ekspor dan berjaya di pasar global. Dengan demikian UKM dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi peningkatan neraca perdagangan Indonesia.

Sinergi para pelaku usaha untuk memperkuat dan kemajuan UKM mengemuka pada diskusi panel yang berlangsung Jumat (5/3) secara virtual. Diskusi panel ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja (Raker) Kementerian Perdagangan pada tgl 4-5 Maret 2021 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lufti mengatakan, Kemendag berkomitmen membantu para pelaku UKM untuk melakukan ekspor dan meningkatkan daya saingnya. Kemendag juga siap mendukung pelaku UKM melalui perwakilan perdagangan di luar negeri serta membuka akses pasar di negara negara nontradisional. Hal ini kata Mendag, sesuai dengan arahan Presiden saat membuka rapat kerja Kemendag.

“Melalui diskusi ini diharapkan  seluruh peserta diskusi dapat mendapatkan pengalaman dari keberhasilan para pembicara atau hal bermanfaat lainnya yang berkaitan dengan upaya meningkatkan ekspor nasional,” kata Lufti dalam siaran Pers Kemendag (5/3).

Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan menambahkan, sejumlah hal penting lainnya yang mengemuka dalam diskusi, antara lain pentingnya penetrasi pasar nontradisional, segmentasi produk premium, pemahaman terhadap karakter pasar, pemanfaatan platform digital, diversifikasi produk, pemahaman persyaratan di negara tujuan ekspor dan potensi ekspor di negara lain, serta dukungan dari perwakilan perdagangan.

Kasan menjelaskan, diskusi ini menghadirkan sejumlah nara sumber, di antaranya Founder Javara, Herlianti Hilman, CEO Madame Gie Teddy Kastowo Tjhin, CEO PT Ori Ginalnest Indonesia Rusiana, CEO PT Kekean Primanda Indonesia A Nurhasim Hamada, Dirut PT Alam Sari Interbuana Sigit Ismaryanto, serta Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Hadito Joewono.

Menurut Founder Javara Herlianti Hilman, pelaku usaha harus selalu melakukan ekspansi ke pasar baru. Tujuannya, yaitu untuk mencari pasar ekspor yang masih jauh dari kompetisi. Terlebih pasar pasar konvensional seperti Amerika Serikat cendrung sudah padat. “Pasar konvensional semakin tidak dilirik oleh kompetitor, sedangkan pasar baru akan menjadi semakin menarik karena pasarnya belum kompetitif,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, Javara melakukan ekspor produk organik ke Afrika dan Equador. Javara memfokuskan  produk organiknya di pasar premium. Di samping itu Javara juga memiliki cara untuk memangkas

ongkos ekspor melalui perdagangan langsung ,(direct trade) sehingga harga produk organik dapat terjual dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Menurut Herlianti beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain menyesuaikan dengan pasar tujuan ekspor, memiliki strategi pemasaran yang tepat, memiliki rekan kerja yang kredibel untuk menekan risiko serta melajukan riset pasar dan memahami rantai pasar. “Dengan menggunakanobat tradisional direct trade, buyer  juga dapat mendapatkan harga beli yang lebih murah sehingga menguntukan kedua belah pihak,” kata Herlianti.

Sementara Teddy Kastowo Tjhin menjelaskan produk kosmetik bermerek Madame Gie. Penjualan produknya memanfaatkan kemajuan dunia digital. Produk produk Madame Gie juga terjual laris di pasaran.dengan melakukan primosi melalui media sosial. Teddy menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, Madame Gie melakukan pertumbuhan di improvisasi dengan memproduksi masker.

“Pandemi Covid-19 ini juga membuat kami tidak bisa mengikuti pameran berskala internasional. Untuk itu kami memanfaatkan lokapasar (marketplace) untuk dapat menjual produk kami ke luar negeri,” kata Teddy Kastowo.

Sedang Rusiana mengurai tentang ekspor sarang burung walet yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Industri sarang burung walet ini juga menyerap banyak tenaga kerja karena pembuatannya hingga saat ini belum bisa digantikan dengan teknologi. “Selain banyak mempekerjakan masyarakat, orientasi sarang burungyang walet juga sangat diminati di dunia internasional, khususnya Tiongkok. Untuk itu diharapkan pemerintah akan terus membantu kemajuan ekspor sarang burung walet,” ujar Rusiana.

Adapun Nurhasim dan Sigit menyampaikan apresiasinya kepada Kemendag karena telah membantu kedua perusahaannya untuk dapat tenbus di pasar internasional. Kesuksesan ini merupakan bukti nyata bahwa Kemendag selalu hadir membantu UKM di Indonesia untuk mengambil bagian di sektor produk buatan Indonesia.

Menutup diskusi panel Hadito menyampaikan, terdapat luma pilar utama strategi akselerasi peningkatan ekspor Indonesia. Yaitu penambahan jumlah eksportir, diversifikasi produk ekspor, pengembangan pasar ekspor, peningkatan harga ekspor dan pengembangan ekosistem ekspor.

“Meski begitu pengembangan ekspor oleh UKM dapat tercapai jika semua pihak dapat berpartisipasi dalam pemberdayaan UKM, melakukan kolaborasi, kemitraan dan mengedepankan azas keberlanjutan, serta semangat untuk terus memajukan UKM Indonesia agar dapat berjaya menjadi pemain global,” pungkas Kasan, Dirjen PEN Kemendag. (Yannes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button