Stop “Drama” di Puskopkar Jawa Timur.

Pipnews.co.id | Surabaya – Muhamad Hasan, Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Puskopkar Jatim minta Pengurus Lama menghentikan “drama” soal provokator. Anggota menginginkan RAT dan mengganti Pengurus karena pengelolaan Puskopkar memang amburadul.

Tutur Hasan, sejak tahun 2016, sengketa atas asset milik Puskopkar Jawa Timur kalah di Mahkamah Agung. Dari kabar yang baru ketahuan belakangan ini, antar anggota mulai berkomunikasi.

Anggota, termasuk koperasi saya (Kopkar Unitomo) tidak pernah mengetahui “kehilangan” asset itu. Anggota hanya tahu dari Pengurus lama bahwa Puskopkar baik-baik saja. Padahal, asset yang menjadi sengketa itu, bukan asset yang nilainya sedikit. Lebih kurang 19 Ha tanah di dekat bandara Juanda itu, tutur Hasan.

Diskusi-diskusi anggota tentang potensi kehilangan asset itu yang memicu semangat perubahan di Puskopkar Jatim. “Masa Puskopkar menderita kerugian seperti itu, atau potensial loss kurang lebih satu triliun rupiah itu, tidak boleh disoal dan didiskusikan menjelang RAT yang kebetulan memang akan ada pergantian pengurus,” tutur Muhamad Hasan.

Kalau saya menjadi ketua saat itu, sejak kalah di Mahkamah Agung, saya akan mundur. “Kalau saya, akan bunuh diri karena malu gagal mengelola Puskopkar itu, dan rugi sebesar itu,” ujar Hasan.

Hasan menghimbau agar pengurus lama menghentikan drama adanya provokator dalam RAT Puskopkar Jawa Timur. Pertanggungjawabkan-lah dengan baik seluruh aset atau kekayaan yang hilang oleh pengurus lama. Jangan membuat drama, padahal ada substansi yang ditunggu anggota adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan yang amburadul. Seperti laporan keuangan tanpa audit, rugi laba tidak disajikan, utang dan tagihan dari BTN yang membengkak sampai Rp 53 milyar. Anggota hanya mau agar pengurus segera diganti, karena Pengurus Lama gagal mengelola koperasi.

Kesadaran anggota akan milik mereka yang terancam ini sebenarnya yang ditakuti oleh Pengurus Puskopkar lama sehingga menunda pelaksanaan RAT hanya sehari menjelang pelaksanaan, ujar Hasan. “Karena itu, kami yang datang dengan Panitia yang Resmi diangkat oleh Pengurus, langsung melanjutkan agenda yang ditunda dengan alasan yang tidak jelas itu,” ujar Hasan.

Sepuluh tahun mengelola Puskokar, jangankan SHU yang ada, malah yang tambah utang ke luar, maupun utang ke anggota. Dari anggota hampir Rp 2 miliar dana yang dijanjikan karena investasi, tidak ada kemajuan.

Dari diskusi-diskusi anggota yang aktif itulah, dan mengundang sejumlah narasumber, kami memandang bahwa upaya drama untuk tetap “menyandera” Puskopkar Jatim harus dihentikan. RAT yang dihadiri oleh anggota aktif yang disetujui (Pengurus Lama) telah mencapai quorum. Sehingga, RAT Puskopkar 29 Mei 2022 sudah memiliki legal standing, untuk mengambil keputusan dan mengganti pengurus yang membuat kerugian anggota itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.