Strategi Pemulihan Ekonomi Pascacovid-19 Diharapkan Bappenas Berakhir 2021

Pipnews.co.id, Jakarta – Strategi pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19 diharapkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas berakhir pada tahun 2021. Untuk kondisi pascapandemi tersebut yang sampai saat ini belum diketahui kapan terjadinya, tapi mudah-mudahan pada 2021. Strategi yang dirancang di Bappenas adalah bagaimana kita bisa menggerakkan investasi, industri dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi.

Selain itu juga melalui strategi pemulihan tersebut, pemerintah juga terus berupaya untuk bisa menjaga dan meningkatkan permintaan. Karena dalam kondisi pascacovid masyarakat juga masih perlu mendapatkan bantuan dan adaptasi, untuk bisa menyesuaikan kembali dengan kondisi perekonomian yang normal. Demikian disampaikan Plt Kasubdit Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Kementerian PPN/Bappenas M. Firman Hidayat dalam seminar daring di Jakarta, Jumat (10/7).

Ia menambahkan bahwa saat ini, Bappenas masih berfokus menjalankan strategi penyelamatan nasional, yang terdiri atas upaya untuk melandaikan kurva pandemi, melalui penguatan fasilitas kesehatan. Selanjutnya imbuh dia, pemerintah pun melalui strategi penyelamatan dari sisi perekonomian berupaya melandaikan kurva resesi. “Untuk tahun 2020 ini yang harus dilakukan pemerintah adalah bagaimana kita bisa melandaikan kurva resesi dari sisi ekonominya,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, bahwa hal tersebut dilakukan melalui upaya tujuannya agar bisa melindungi kelompok masyarakat rentan, miskin dan pengangguran serta bagaimana mencegah dunia usaha, tidak mengalami kebangkrutan yang lebih besar. Dengan demikian penurunan PHK juga bisa ditekan. “Selain itu melalui strategi penyelamatan ini, pemerintah pusat juga berusaha mengurangi tekanan terhadap sektor keuangan,” tandasnya lagi.

Masih dipaparkan Firman, bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan biaya pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp607,6 triliun dalam rangka melandaikan kurva resesi di masa COVID-19. Dari total biaya tersebut, sebesar Rp205,2 triliun disalurkan untuk membantu kelompok masyarakat rentan, dan Rp402,4 triliun disalurkan untuk menjaga aktivitas produksi sebagai bagian dari strategi penyelamatan nasional.(esawe-bs).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.