Nasional

Subsidi Bunga Rp 35 Triliun Baru Terserap Rp 1,18 Triliun, Lebih Baik Alihkan saja ke Subsidi Upah Pekerja UMKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Salah satu stimulus yang diberikan pemerintah untuk membantu UMKM yang terdampak Covid-19 adalah pemberian subsidi bunga terhadap bunga pinjaman yang diterima dari perbankan. (masih bagian dari Program pemulihan ekonomi nasional/PEN).

Tapi sayang, entah di mana hambatan dan kendalanya, yang pasti penyerapan subsidi bunga sejak diluncurkan baik berupa kredit usaha rakyat (KUR) maupun non KUR tidak berjalan lancar alias mandek. Buktinya dari Rp 35 triliun subsidi bunga yang dialokasikan baru terserap Rp 1,18 triliun, dan diperkirakan hanya akan mampu menyerap sampai Rp 6 triliun.

Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk David Sumual mengatakan penyaluran subsudi bunga harusnya bisa dioptimalkan karena sudah dialokasikan dan dianggarkan. Jikapun ada hambatan dalam penyaluran di lapangan, subsidi bunga hendaknya dialokasikan untuk mendorong permintaan dan kapasitas produksi UMKM, khususnya UMKM manufaktur.”Dalam jangka pendek paling penting adalah menciptakan permintaan supaya (UMKM) bergerak lagi. Kalau bicara UMKM saya pikir kita perlu melihat UMKM manufaktur, mendorong produksinya. Secara umum UMKM itu 30 persen perdagangan, kalau over stimulus ke sana ada risiko peningkatan CAD (current account defisit) nya,” kata David di Jakarta (3/9).

Menurut David, pemerintah perlu menyosialisasikan kembali stimulus subsidi bunga kepada UMKM bertujuan untuk mendorong sektor UMKM di masa pandemi Covid-19. Sosialisasi dilakukan  agar pelaku usaha tak perlu khawatir untuk mengakses stimulus ini. Namun jika belum maksimal, ada baiknya anggaran subsidi bunga dialihkan untuk subsidi upah, khusus untuk pekerja yang bekerja di sektor UMKM.

” Subsidi upah bisa didorong. Subsidi upah ditujukan untuk pekerja yang bekerja di sektor UMKM. Kalau (mau disalurkan ke) BLT, saya pikir ke BLT yang sifatnya cash,” ujar David.

Sementara itu, ditempat terpisah Ekonom Institute for  Development Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan. subsidi bunga kredit bisa dialihkan untuk subsidi upah pekerja di sektor UMKM. Pasalnya pekerja sektor ini banyak yang belum tergabung dalam data penerima subsidi upah karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Subsidi juga bisa dialihkan ke BLT UMKM Mikro dan Ultra Mikro.

Adapun menurut Bima, penyaluran subsidi bunga kredit menjadi tidak optimal karena beberapa sebab. “Bank penyalur terkesan agak hati hati menyeleksi debiturnya karena ada kekhawatiran moral hazard yang berlebihan. Bank penyalur takut ketika debitur diberi subsidi bunga kemudian ekonomi mulai pulih, debitur terbiasa mendapat subsidi bunga akan berpengaruh pada disiplin pembayaran bunga,” kata Bhima Yudhistira.

Hal itu menurut Yudhistira tidak berdasar. Logika sektor UMKM adalah sektor yang dihindarkan perbankan masih cukup dominan. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button