Nasional

Tahun ini UMK dan Koperasi dapat Paket Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Senilai Rp478 Triliun

Pipnews.co.id, Jakarta – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim, mengungkapkan potensi nilai paket pengadaan pemerintah bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan koperasi pada 2021 ini Rp478 triliun. Tingkat Partisipan UMK dan koperasi dalam pengadaan pemerintah secara elektronik saat ini mencapai 404.999 pelaku

Hal tersebut disampaikan pada acara Sosialisasi Alokasi Belanja Pemerintah untuk Produk UMKM, secara virtual, Jumat (5/3).

Untuk itu, perlu ada koordinasi lintas sektor, yakni Pemda dan K / L, untuk mendorong UMK dan koperasi menjadi penyedia baik melalui Bela Pengadaan, LPSE, dan E-Katalog.

Selain itu, lanjut Arif, perlu juga adanya pelatihan teknis bagi UMK dan koperasi yang mempunyai pengetahuan tentang proses pengadaan.

Perlu adanya pendampingan secara online bagi UMK dan koperasi untuk meningkatkan peserta dalam pengadaan pemerintah LPSE (K / L) dan PaDi (BUMN), ”jelas Arif.

Tak hanya itu, juga perlu adanya rapat dan evaluasi secara berkala setiap enam bulan. “Perlu adanya kurasi produk yang kemudian dilakukan pendampingan dan sertifikasi produk,” ucap Arif.

Termasuk, perlu adanya MoU atau kesepakatan bersama antara pengelola pengadaan dengan APIP dan aparat penegak hukum dalam rangka implementasi 40% pengadaan barang dan jasa bagi UMK dan koperasi.

Hanya saja, Arif mengakui, masih ada yang berhubungan dengan pelaku UMK dan koperasi. Diantaranya, kualitas produk UMK dan koperasi yang belum memenuhi standar, hingga belum menguasai makanan aplikasi pengadaan.

“Di samping itu, perencanaan pengadaan untuk implementasi, mengingat belum ada pemahaman pemahaman dengan APIP dan aparat penegak hukum,” tukas Arif.

Amanat UU Ciptaker

Arif menambahkan, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan PP Nomor 7 tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah telah mengamanatkan bahwa, Kementerian / lembaga dan Pemerintah Daerah wajib mengalokasikan paling sedikit 40% pengadaan barang dan jasa bagi usaha mikro dan kecil (UMK) serta koperasi.

Kemudian, dalam Perpres Nomor 12 tahun 2021 tentang Perubahan atas PP Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, tujuan dari pengadaan barang dan jasa salah satunya adalah untuk meningkatkan peran serta UMK dan Koperasi.

“Dalam Perpres tersebut, ada peningkatan nilai paket untuk pengadaan barang / pekerjaan konstruksi / jasa lainnya bagi UMK dan koperasi yang semula maksimal Rp2,5 miliar menjadi maksimal Rp15miliar,” pungkas Arif. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button