Nasional

Tanggulangi Dampak Covid 19, Kemenkop Fokuskan DAK Rp200 Miliar untuk Pelatihan dan Pendampingan KUMKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Tahun ini Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non fisik sebesar Rp200 miliar akan banyak digunakan untuk pelatihan-pelatihan dan pendampingan koperasi dan UMKM. Dengan tujuan untuk mengefektifkan pencegahan penularan Covid-19. Diharapkan juga penggunaan anggarannya itu untuk pelatihan secara online. Nanti secara detail pun akan dikomunikasikan pelaksanaan teknisnya dengan seluruh kepala dinas.

Demikian diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam video conference bertopik Refocusing dan Realokasi APBD TA 2020 bersama dengan kepala daerah seluruh Indonesia yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, di Jakarta, Jumat, (17/4).

Masih kata Teten, merebaknya Covid-19 cukup berdampak kepada UMKM, terutama bagi usaha mikro dan kecil. Oleh karena itu, pihaknya melakukan langka-langkah untuk mengantisipasi dan itu sesuai arahan Presiden Jokowi dalam Rapat Kabinet minggu lalu.

Ada tiga langkah yang dimaksudkan Teten, yaitu pertama, UMKM mendapatkan relaksasi pinjaman, dimana ada penundaan cicilan selama enam bulan, pengurangan bunga, dan juga pajak. Menkop dan UKM juga menekankan kebijakan tersebut bukan hanya bagi penerima KUR, program UMi, ULAMM (Unit Layanan Modal Mikro), MEKAAR (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) lewat PIP (Pusat Investasi Pemerintah) di bawah Kementerian Keuangan juga pada koperasi. “Kebijakan itu juga berlaku untuk koperasi simpan pinjam, BPR (Bank Perkreditan Rakyat), dan BPR Syariah. Tapi hal ini sedang diusulkan dan dibahas,” tandas Teten.

Kedua, sektor mikro dan ultra mikro yang betul-betul terpukul selain dapat relaksasi, juga perlu tambahan pembiayaan baru. Menkop juga menegaskan, ini akan terus diefektifkan dengan dua saluran pembiayaan. Yakni melalui BLU di bawah Menteri Keuangan, lewat PNM, Bahana Ventura, Pegadaian, dan juga LPBD KUMKM.

Kecuali itu agar KUR bisa menjangkau dengan waktu cepat dan luas untuk usaha mikro dan ultra mikro ini, Kemenkop dan UKM pun akan menggunakan berbagai saluran untuk meyalurkannya. “Termasuk sekarang yang paling mudah adalah melalui Fintech,” ujar Teten lagi.

Ketiga, program ultra mikro yang sudah betul-betul tidak bisa diselesaikan lewat mekanisme ekonomi, akan diikutsertakan dalam program bantuan tunai. Sehingga imbuh Teten ada perluasan dengan penambahan orang miskin baru dari sektor ultra mikro.  

Dimana secara teknis pelaksanaan, tegas Teten harus dilakukan pendataan, baik by name by address dan juga NIK-nya. “Kami menggunakan data dari penerima KUR, termasuk penerima pinjaman di bawah Rp10 juta melalui MEKAAR, PNM, BPR, BPRS, BMT, termasuk melalui Fintech yang total jumlahnya 70 juta,” pungkasnya. (Slamet AW).

admin

Eko Priyanto lahir di kota Wonosobo 27 April 1982, Alumni Sistem Informasi disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom). Memulai mengenal pemograman website sejak tahun 2007 hingga sekarang. Saat ini fokus sebagai profesional Web Design dan menjadi penulis dibeberapa blog tutorial miliknya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button