Nasional

Teten: Kita perlu Siapkan UMKM agar Dapat Melakukan Transformasi Pasca Pandemik Secara Baik

Pipnews.co.id, Jakarta – International Council for Small Busines (ICSB) tahun ini kembali memberikan penghargaan kepada kota/kabupaten yang berhasil mempromosikan UMKM lokal, dan membangun ekosistem di daerahnya, terutama di masa pandemi. Terkait kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 ini, maka untuk pemulihan dibutuhkan kolaborasi anyak pihak. Apalagi Covid-19 ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2021. Sehingga pada fase ini dapat dianggap saat yang tepat untuk merumuskan transformasi UMKM di masa depan.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, kita perlu menyiapkan UMKM bisa melakukan transformasi secara baik. Tidak lain kekuatan ekonomi Indonesia sangat tergantung pada UMKM. Sebab ada 99% pelaku usaha di tanah air merupakan UMKM, sehingga pemulihan ekonomi nasional tidak bisa dilakukan tanpa memulihkan UMKM. “Pengangguran akan semakin tajam, kemiskinan akan semakin meningkat, apabila UMKM gagal melakukan transformasi,” ujarnya saat acara Penghargaan Natamukti 2020 yang diselenggarakan ICSB di Jakarta, Kamis Kamis (17/09).  

Teten kembali menegaskan, menyiapkan transformasi UMKM itu penting agar mereka mampu beradaptasi terhadap berbagai perkembangan, termasuk tranformasi digital dalam produksi dan pemasaran. “Transformasi untuk menumbuhkan ekosistem pembiayaan, ekosistem perijinan yang lebih mudah, ekosistem kewirausahaan dan akses kepada pasar yang lebih luas seperti ekspor,” tandasnya lagi.

Teten menambahkan, kolaborasi empat pilar yang diusung ICSB, yakni pilar Pemerintah, pilar Akademisi, pilar Peneliti dan pilar Pelaku Usaha untuk melakukan transformasi. Untuk itu ia berharap terjadi integrasi antara UMKM dan usaha besar guna melahirkan kekuatan ekonomi dan memberikan kesejahteraan kepada pelaku UMKM.

“Kami sekarang ditugaskan Bapak Presiden untuk melakukan transformasi, termasuk koperasi. Kita juga diminta evaluasi seluruh pembiayaan UMKM, agar betul-betul diberikan kemudahan akses yang bukan saja modal kerja tapi modal investasi. Selain itu juga mengevaluasi seluruh kebijakan perijinan yang mempersulit UMKM,”imbuh Teten.

Pada kesempatan tersebut Menkop dan UKM mengapresiasi ICSB yang konsisten memberikan penghargaan Natamukti sejak 2016. Terlebih penghargaan tersebut dapat memberikan motivasi dan semangat kepada daerah untuk memberikan perhatian kepada pengembangan UMKM di wilayahnya masing-masing.

Karenanya, Teten minta agar para kepala daerah mempersiapkan produk UMKM unggulan di daerahnya yang dapat bersaing hingga pasar global dan masuk prioritas belanja pemerintah/BUMN. “Tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 321 triliun yang sudah diperintahkan oleh Presiden untuk belanja produk-produk UMKM. Nah, ini serapannya masih cukup rendah baru 18%,” jelasnya lagi.

Adapun daerah yang mendapat penghargaan Natamukti antara lain, Kota Jambi, Kota Makassar, Kota Padang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Tarakan, Kota Pontianak.(Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button