Nasional

Teten Masduki: Pelaku UMKM Harus Tahan Banting

Pipnews.co.id, Kupang – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar sabar dan tahan banting dalam berusaha di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Mereka selain sabar juga tahan banting. Maksudnya kalau pendapatan sedang menurun bahkan usahanya sampai tutup karena pandemi ini, tetap semangat dan tak putus aja. Kemudian mencoba bertahan dan bila perlu cari usaha yang sesuai derngan keadaan saat ini.

Demikian ditegaskan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat menjawab pertanyaan dan keluhan 30 perwakilan dari sekitar 10ribu anggota Koperasi Tana Oba Lais Manekat atau TLM (Melayani dengan Sepenuh Hati) Indonesia di Sukamana, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NNT), Jumat (23/10). Turut mendampingi Teten dalam pertemuan itu adalah Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Supomo dan Deputi Pengawasan Kemenkop dan UKM, Achmad Zabadi dan staf ahli Kemenkop dan UKM, Riza Damanik.

Dalam pertemuan itu Ibu Modesta, anggota Koperasi TLM Indonesia, mengaku berusaha ayam potong. Selama pandemi ini pendapatannya berkurang karena turunnya pembeli.

Ibu Modesta mengaku, saat pandemi ini ia dua kali mendapat bantuan dari pemerintah dalam hal ini LPDB melalui Koperasi TLM Indonesia. Pertama, saya mendapat bantuan sebesar Rp 3 juta. Kedua, saya mendapat bantuan dari Koperasi TLM Indonesia sebesar Rp 4 juta. “Bantuan-bantuan ini sungguh sangat membantu saya bisa bertahan untuk tetap menjalankan usaha di tengah situasi krisis ini,” kata ibu tiga anak ini.

Ibu Modesta mengaku berkat usahanya itu ia bisa menyekolahkan anak-anaknya : anak pertama sedang di bangku kuliah, anak kedua di bangku SMA dan ketiga masih di bangku SD. Adapun Ibu Ruth, penjual sayuran-sayuran segar dan organik mengaku usahanya di saat pandemi ini lumayan stabil. Usahanya berjalan dari dulu karena bergabung dalam koperasi TLM Indonesia. “Saya sangat terbantu dengan Koperasi TLM Indonesia,” kata Ibu Ruth yang menanam sayur mayur di pekarangan rumahnya.

Ibu Ruth mengaku, sebulan pendapatannya dari julan sayur mayur seperti sawi, kangkung, dan sebagainya sebesar Rp 9.000.000. “Sayuran mayur saya jual dari rumah ke rumah. Pasti orang membeli karena sayuran segar dan organik,” ujarnya.

MenkopUKM pun mengatakan, pelaku usaha akan tetap sukses karena bertahan di saat krisis. Selain itu, harus ada divestifikasi usaha. “Kalau usaha yang satu mati, maka bisa gerakan usaha uang lain. Inilah namanya tahan banting dan kreatif,” tandas Teten.

Ia mencontohkan seorang penjual batik di Jawa Tengah. Ketika saat ini pandemi ini usaha batiknya lesu, maka sang pengusaha batik mencoba menyediakan dan menjual pakaian rumahan seperti celana pendek, daster dan sebagainya. Ternyata dengan jualan seperti itu daganagnnya sangat laku.

Teten juga meminta semua masyarakat Indonesia umumnya dan NTT, khususnya pelaku UMKM agar mendirikan dan bergabung dalam koperasi. Sebab, dengan bergabung dalam koperasi, maka kesulitan permodalan, pemasaran dan pengembangan sumber daya manusia bisa diatasi lewat koperasi. “Ibu-ibu di sini dan bergabung dan berjuang di koperasi sudah bagus. Dan buktinya kalian semua bisa berusaha bahkan sukses,” kata Teten. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button