Teten Masduki Terus Mendorong Petani Bangun Korporatisasi Petani Melalui Koperasi

Pipnews.co.id, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM ) Teten Masduki dalam acara Jakarta Food Security Summit yang digelar secara virtual, Rabu (18/11), mengatakan sektor pertanian termasuk di dalamnya perikanan, masih didominasi para pelaku UMKM dengan 90% pelaku di dalamnya. Karenanya, akan terus dikembangkan program yang disebut korporatisasi petani.

Selain itu juga terus mendorong para petani, pekebun, dan nelayan yang sebagian besar tergolong pelaku UMKM di Indonesia, untuk mulai berkonsolidasi dan membangun korporatisasi petani melalui koperasi. “Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta 12 September 2017, yaitu agar petani diorganisir dalam korporasi dengan tujuan agar berdaulat atas hasil produknya atau menikmati nilai tambah di on farm dan off farm, membangun industri dengan skala ekonomi yang besar dan tata kelola manajemen yang profesional,” jelasnya.

Teten menambahkan, tantangan pengelolaan pertanian rakyat di Indonesia, yakni diusahakan dalam skala kecil, tata kelola belum modern, dan masuk ke industri hilir.  Karena itu pihaknya mencari solusi kelembagaan, terkait tantangan di sektor pertanian dengan mendorong petani untuk membangun kelembagaan usaha yang dikelola secara profesional dan dalam skala keekonomian. “Kalau kita lihat kondisi pertanian, perkebunan, dan perikanan kontribusi kepada PDB 13 persen, persentase terbesar UMKM di pertanian,” tandasnya lagi.

Selain itu pihaknya juga telah memetakan koperasi di sektor pangan yang potensial untuk didorong menjadi koperasi modern. “Kami sedang mengexcercise 8 komoditas pangan untuk masuk dalam korporatisasi petani,” katanya.

Menurut Teten saat ini, KemenkopUKM bersama dengan Agriterra telah menggulirkan sebuah gagasan pengembangan korporasi petani model koperasi, yaitu sebuah upaya menjadikan petani sebagai penikmat terbesar dari nilai tambah yang tercipta dengan cara berinvestasi mendirikan industri pengolahan miliknya.

Hasilnya terdapat 7 koperasi menjadi pilot project, yakni KSU Citra Kinaraya, Demak – Jateng (Komoditas Beras premium specialty), Koperasi Berkah Multi Generasi, Bandung – Jabar (Komoditas Kentang), dan KPMK Pangandaran – Jabar (Komoditas Kelapa).  Kemudian Koperasi Rakyat Halmahera – Maluku Utara (Komoditas Kelapa), KAN Jabung, Malang – Jatim (Komoditas Tebu/Susu), Koperasi Pugar Ronggolawe Makmur, Tuban – Jatim (Komoditas Garam), dan KPSP Saluyu, Kuningan – Jabar (Komoditas Susu). (Esawe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.