Tiga Bank Syariah Merger, Yaitu Mandiri, BNI dan BRI Bisa Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia

Pipnews.co.id, Jakarta – Tiga bank syariah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah dan  Bank BRI Syariah telah melakukan merger (penggabungan usaha) pada 14 Oktober 2020 di Jakarta. Tiga bank syariah ini bergabung menjadi satu dengan BRI Syariah sebagai bank induk merger.

Lantas, kenapa BRI Syariah (BRIS) menjadi bank induk merger, atau yang menerima penggabungan (surviving entity) padahal asetnya justru lebih kecil dibanding Bank Mandiri Syariah dan Bank BNI Syariah ternyata alasannya karena saham BRI Syariahlah satu satunya yang yang sudah diperjual belikan/tercatat di Bursa Efek Indonesia.

“Saham kami BRI Syariah Tbk lah memang satu satu yang sudah tercatat dan di pasarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga disepakati BRI Syariah Tbk menjadi bank induk merger, meskipun saham kami lebih kecil,” kata Direktur Utama BRI Syariah Tbk Ngataari dalam siaran pers di Jakarta (15/10).

Ngatari menjelaskan, aset paling besar yang dimiliki dari tiga bank syariah yang merger ini datang dari Mandiri Syariah yang menyumbang dana sebesar Rp 114,4 triliun. Kemudian terbesar kedua BNI Syariah sebesar Rp 50,78 triliun dan terakhir BRI Sysriah Rp 49,6 triliun. Apabila ditotal semua jumlahnya sekitar Rp 213,88 triliun, itulah besar aset awal setelah merger.

“Kebijakan melakukan merger ini memang sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar.di dunia. Langkah ini juga akan membuat Indonesia memiliki bank syariah terbesar yang mampu bersaing secara global,” ujar Dirut BRI Syariah tersebut.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan. merger bank syariah ini agar Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Menjadi suatu keluarga besar. Langkah ini merupakan tonggak sejarah untuk kita semua. Tonggak pertama persiapan dan.tinjauan penggabungan bank bank syariah nasional.

Erick meyakini merger bank syariah ini semakin mendekatkan Indonesia dengan tujuan ekonomi sysriah yakni keadilan. Erick menilai keadilan da transparansi dinilai telah membuat bank bank syariah mampu bertahan di tengah kritis pandemi Covid-19, bahkan mampu menorehkan kinerja pisitif. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.