Nasional

UKM Indonesia akan Pasok Kebutuhan Umroh dan Haji di Saudi Arabia

Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya membuat pelaku UMKM mendapat kesempatan mengemangkan usaha. Bukti ini terus dilakukan mencari terobosan ke berbagai pihak yang terkait. Misalnya pada Rabu, (13/1) kembali melakukan Penandatanganan Naskah Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama (Kemenag) dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) secara daring, tentang Optimalisasi Peran Usaha Kecil dan Menengah dalam Memenuhi Kebutuhan Haji dan Umrah.  

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, bahwa apa yang dilakukannya merupakan satu bentuk keberpihakan demi pengembangan ekspor produk UMKM khususnya ke Timur Tengah. “Saya kira kerja sama ini bentuk optimisme di awal tahun yang menunjukkan kalau UMKM tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/1).

Dalam hal ini KemenkopUKM mendorong partisipasi UMKM khususnya untuk memenuhi kebutuhan jamaah Haji dan Umroh, menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, agar UMKM mendapatkan pasar makin luas. “Tidak lain semua apa yang kita lakukan ini bagian dari kolaborasi, yang antara lain berupa dukungan pembiayaan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi produk, kurasi produk, dan juga promosi. Termasuk akses terhadap pasar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja,” jelasnya lagi.

Adapun langkah kolaborasi tersebut menurut Teten, merupakan kunci sukses memajukan UKM Indonesia. Dia berharap kolaborasi antara Kementerian/Lembaga (K/L) bersama Kadin Indonesia akan terus berlanjut demi kemajuan UMKM. Menurut Teten selain menyuplay kebutuhan bahan pokok ke Arab Saudi, tetapi bisa juga ke negara-negara mempekerjakan TKI dimana “Saya kira banyak juga TKI di luar negeri, seperti di Hongkong atau di negara-negara lainnya dimana kita bisa menyuplai kebutuhan mereka sehari-hari, seperti makanan dan pakaian dari Indonesia,” tandasnya lagi.

Masih dikatakan Teten, bahwa hal tersebut merupakan satu konvensi yang besar dan bisa menjadi entry point Indonesia, untuk masuk ke pasar luar negeri dari produk-produk UMKM, terutama produk kuliner. “Pastinya kami terima kasih atas dukungan banyak pihak. Mari kita terus bersama-sama mempersiapkan UMKM Indonesia bangkit, dan berdaya saing di pasar domestik maupun global,” tukasnya.

Adapun sebagai permulaan, baru lima (5) item produk yang akan disuplai UMKM asal Indonesia, berupa sambal, kecap, kopi, teh, dan gula. “Kita harapkan UMKM mampu, maklum dengan nama bersama +62 sebagai identitas, UKM asal Indonesia yang diwadahi sebagai sub kontrak di Saudi Arabia, yaitu PT Sarana Portal Indonesia,” pungkasnya. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button