UKM Ramah Lingkungan Binaan Kemenkop dan UKM di Ditampilkan di JIPremium Product Fair 2018

Pipnew.co.id, Jakarta – Kemenkop dan UKM menampilkan UKM Binaan ramah lingkungan (eco friendly) dalam ajang Jakarta International Premium Products Fair 2018 (JIPREMIUM)  yang digelar 22 – 24 November 2018, di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Gelaran tersebut dihadiri CEO Coex Korea, Dong Won Lee, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga  Luhur Prajanto, serta Direktur Hubungan Internasional Kadin.

JIPREMIUM 2018 ini diikuti 200 pelaku usaha kecil dan menengah dari Indonesia dan Korea Selatan yang menawarkan beragam produk premium. Selain itu juga memberikan kesempatan bagi UKM untuk melebarkan bisnisnya melalui berbagai kesepakatan bisnis yang lebih luas, seperti B2B program dan berkesempatan untuk mendaftar berbagai marketplace skala nasional dan internasional seperti Bukalapak, Tokopedia, Mitra10, Gramedia, dan JD.id.

Sementara Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Br Simanungkalit mengatakan, partisipasi Kementerian Koperasi dan UKM pada pameran JIPREMIUM menampilkan UKM dengan inovasi desain berkonsep eco friendly and sustainable material desain.

“Hal ini terlihat dari adanya aktivitas bisnis pelaku UKM yang ramah lingkungan melalui penggunaan bahan baku alami, serta pemberdayaan masyarakat yakni dengan menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar,” ujar Victoria.

Produk-produk pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM tersebut mampu berkompetisi di pasar global dengan mengedepankan kualitas dan mengangkat isu-isu lingkungan. “Tentu bisnis tidak hanya mengedepankan kualitas dan keuntungan, tetapi juga penting memperhatikan dampak aktivitas bisnis terhadap keberlangsungan lingkungan,” sambungnya.

Pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM pada JIPREMIUM 2018 ini, menampilkan berbagai produk home décor, craft, dan aksesoris, dengan daftar UKM yakni dari Provinsi Banten – Doxology; Jawa Barat – Nina Kreasi Tas Goni, Lakanua Jam Tangan Semen, Sagalakayu, Nuwahardo; Jawa Tengah – Eboni Watch; D I Yogyakarta – Semilir Eco Print Leaf; Bali – Maharani Craft; dan Nusa Tenggara Timur – Du’anyam.

Daya Saing Global

Lebih lanjut Victoria br Simanungkalit menyampaikan pentingnya jaringan pemasaran internasional bagi para UKM, serta produk UKM harus memiliki keunggulan komparatif dan daya saing agar bisa menembus pasar global/internasional.

Pasalnya menurut ia, KUKM mempunyai peranan penting dalam pembangunan terutama kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60%.

Pada kesempatan itu Deputi Propasar  Kemenkop dan UKM juga melakukan dialog dengan para UKM, khususnya bagaimana strategi para wirausaha muda tersebut dalam menciptakan produk dengan perbaikan berkelanjutan.

“KUKM agar lebih memperhatikan sertifikasi produk seperti merek, ISO, dan HACCP agar dapat lebih mempermudah KUKM dalam melakukan ekspor,” saran Victoria.

Hingga hari terakhir penutupan pameran, pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 381 juta leih. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.